Ibnu Katsir Urai Ayat dan Hadits Tentang Asap Pekat, Hujan Deras, dan Halilintar Jelang Kiamat
Rabu, 29 September 2021 - 05:15 WIB
Beberapa saat kemudian Abu Sufyan mendatangi beliau dan berkata: "Wahai Muhammad, engkau datang dengan memerintahkan untuk bersilaturahmi. Sementara itu, kaummu sudah binasa. Karena itu, berdoalah kepada Allah."
Lantas beliau membaca ayat berikut: "Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh kami akan beriman.' Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka, kemudian mereka berpaling darinya dan berkata: “Ia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.' Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar).' (QS Ad-Dukhan: 10-15)
Ibnu Katsir mengingatkan apakah mungkin Allah melenyapkan azab akhirat dari mereka ketika datang, padahal Allah sudah melenyapkan azab dunia dari mereka lalu mereka kembali lagi pada kekafirannya? Hal itu sebagaimana dalam firman-Nya: Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan! (QS Ad-Dukhan: 16)
Peristiwa itu terjadi pada Perang Badar dan itu pasti akan terjadi: “Alif Lam Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang.' ( QS Ar-Rum: 1-3 )
Peristiwa Romawi ini sudah berlalu. Demikian pula keempat peristiwa lainnya'. Al-Bukhari dan Muslim sudah meriwayatkan hadis ini dari hadis al-A'masy dan Manshur dengan redaksi seperti itu.
"Dalam satu riwayat, bulan, asap, Romawi, dan keharusan sudah berlalu, al-Bukhari telah mengemukakannya dari berbagai jalur yang banyak dengan beragam lafal," ujar Ibnu Katsir.
Ucapan penutur ini bahwa asap tersebut muncul pada hari Kiamat adalah tidak baik. Dari sini, Ibnu Mas'ud berusaha menolaknya. Akan tetapi, sebelum hari Kiamat asap ini sudah ada sebagaimana adanya tanda-tanda lainnya berupa binatang melata, Dajjal, asap, Ya'juj dan Ma'juj .
Demikian juga sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits dari Abu Syuraihah, Abu Hurairah, dan para sahabat lainnya sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkannya.
Adapun api yang akan muncul menjelang Kiamat sudah dijelaskan sebelumnya bahwa api itu akan muncul dari dasar Aden yang menggiring manusia ke tempat berkumpul. Api itu mengiringi mereka setiap saat dan di setiap tempat dan menyantap orang yang tertinggal.
Baca juga: Kondisi Mekkah dan Madinah Jelang Kiamat: Dajjal Tidak Bisa Masuk
Banyaknya Halilintar
Imam Ahmad meriwatkan dari dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Saat Kiamat semakin dekat, ada banyak sekali halilintar sehingga seseorang mendatangi kaum dan berkata: “Siapa di antara kalian yang akan disambar halilintar besok pagi?" Mereka menjawab: “Fulan dan fulan'.” (HR Ahmad)
Lebih jauh lagi, Al-Hafizh Abu Bakar al-Bazzar mengatakan dalam Musnadnya, sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai langit menurunkan hujan yang akan menimpa rumah rumah dari tanah liat dan rumah rumah dari bulu'.
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tanda-tanda itu laksana manik-manik yang tersusun dalam kawat kemudian kawat itu putus sehingga tiap tiap manik jatuh berurutan'” (HR Ahmad)
Lantas beliau membaca ayat berikut: "Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh kami akan beriman.' Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka, kemudian mereka berpaling darinya dan berkata: “Ia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.' Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar).' (QS Ad-Dukhan: 10-15)
Ibnu Katsir mengingatkan apakah mungkin Allah melenyapkan azab akhirat dari mereka ketika datang, padahal Allah sudah melenyapkan azab dunia dari mereka lalu mereka kembali lagi pada kekafirannya? Hal itu sebagaimana dalam firman-Nya: Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan! (QS Ad-Dukhan: 16)
Peristiwa itu terjadi pada Perang Badar dan itu pasti akan terjadi: “Alif Lam Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang.' ( QS Ar-Rum: 1-3 )
Peristiwa Romawi ini sudah berlalu. Demikian pula keempat peristiwa lainnya'. Al-Bukhari dan Muslim sudah meriwayatkan hadis ini dari hadis al-A'masy dan Manshur dengan redaksi seperti itu.
"Dalam satu riwayat, bulan, asap, Romawi, dan keharusan sudah berlalu, al-Bukhari telah mengemukakannya dari berbagai jalur yang banyak dengan beragam lafal," ujar Ibnu Katsir.
Ucapan penutur ini bahwa asap tersebut muncul pada hari Kiamat adalah tidak baik. Dari sini, Ibnu Mas'ud berusaha menolaknya. Akan tetapi, sebelum hari Kiamat asap ini sudah ada sebagaimana adanya tanda-tanda lainnya berupa binatang melata, Dajjal, asap, Ya'juj dan Ma'juj .
Demikian juga sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits dari Abu Syuraihah, Abu Hurairah, dan para sahabat lainnya sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkannya.
Adapun api yang akan muncul menjelang Kiamat sudah dijelaskan sebelumnya bahwa api itu akan muncul dari dasar Aden yang menggiring manusia ke tempat berkumpul. Api itu mengiringi mereka setiap saat dan di setiap tempat dan menyantap orang yang tertinggal.
Baca juga: Kondisi Mekkah dan Madinah Jelang Kiamat: Dajjal Tidak Bisa Masuk
Banyaknya Halilintar
Imam Ahmad meriwatkan dari dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Saat Kiamat semakin dekat, ada banyak sekali halilintar sehingga seseorang mendatangi kaum dan berkata: “Siapa di antara kalian yang akan disambar halilintar besok pagi?" Mereka menjawab: “Fulan dan fulan'.” (HR Ahmad)
Lebih jauh lagi, Al-Hafizh Abu Bakar al-Bazzar mengatakan dalam Musnadnya, sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai langit menurunkan hujan yang akan menimpa rumah rumah dari tanah liat dan rumah rumah dari bulu'.
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tanda-tanda itu laksana manik-manik yang tersusun dalam kawat kemudian kawat itu putus sehingga tiap tiap manik jatuh berurutan'” (HR Ahmad)
(mhy)
Lihat Juga :