Mendidik Anak Lelaki yang Menghargai Perempuan
Kamis, 30 September 2021 - 09:02 WIB
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari).
2. Tanamkan bahwa perempuan itu adalah ibu, istri, saudara perempuan dan kelak anak-anak perempuan mereka.
Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada seorang anak muda yang hendak berzina, Beliau ingatkan kedudukan perempuan seperti itu. Dengan begitu, maka pada diri seorang anak lelaki muncul rasa hormat pada perempuan.
Baca juga: Mewaspadai Jika di Rumah Banyak Cicak
3. Ingatkan anak lelaki kita akan beratnya ujian yang muncul dari kaum wanita.
Ceritakan bagaimana ujian terhadap Nabi Yusuf alaihissalamatau ujian yang menimpa kaum Bani Israil, yang berasal dari kaum perempuan.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan ujian yang lebih besar bagi laki-laki selain dari perempuan,” (HR Al-Bukhari).
Ujian di sini bukan sekadar dalam persoalan jinsiyyah (hubungan seksual), tapi juga bujuk rayu perempuan secara luas yang membuat lelaki meninggalkan ketaatan pada Allah seperti korupsi, membangkang pada ibu kandung karena hasutan istri, bahkan hingga murtad. Dengan begitu anak-anak lelaki akan menjaga dengan hati-hati pergaulan dengan lawan jenis.
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari).
2. Tanamkan bahwa perempuan itu adalah ibu, istri, saudara perempuan dan kelak anak-anak perempuan mereka.
Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada seorang anak muda yang hendak berzina, Beliau ingatkan kedudukan perempuan seperti itu. Dengan begitu, maka pada diri seorang anak lelaki muncul rasa hormat pada perempuan.
Baca juga: Mewaspadai Jika di Rumah Banyak Cicak
3. Ingatkan anak lelaki kita akan beratnya ujian yang muncul dari kaum wanita.
Ceritakan bagaimana ujian terhadap Nabi Yusuf alaihissalamatau ujian yang menimpa kaum Bani Israil, yang berasal dari kaum perempuan.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan ujian yang lebih besar bagi laki-laki selain dari perempuan,” (HR Al-Bukhari).
Ujian di sini bukan sekadar dalam persoalan jinsiyyah (hubungan seksual), tapi juga bujuk rayu perempuan secara luas yang membuat lelaki meninggalkan ketaatan pada Allah seperti korupsi, membangkang pada ibu kandung karena hasutan istri, bahkan hingga murtad. Dengan begitu anak-anak lelaki akan menjaga dengan hati-hati pergaulan dengan lawan jenis.
Lihat Juga :