Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
Rabu, 06 Oktober 2021 - 05:15 WIB
Mansa Musa dan Elon Musk: Orang terkaya sepanjang masa masih dipegang Mansa Musa, muslim asal Mali. (Foto/Ilustrasi: independent/mhy)
Belakangan ini sejumlah media melaporkan pergeseran baru daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Menurut Forbes, Elon Musk menggeser Jeff Bezos sebagai orang paling tajir sejagat. Elon Musk kini mempunyai harta US$200,7 miliar atau setara Rp2.888 triliun (kurs Rp14.300 per US$).
Nyatanya, setajir apa pun Elon Musk, belum mampu menyamai Mansa Musa. Harta Musk yang membuat mataterbelalakitu hanyalah setengah dari harta Mansa Musa. Sampai detik ini Mansa Musa masih berjuluk sebagai orang terkaya sepanjang sejarah.
Baca juga: Kekayaan Mansa Musa Raja Muslim Mali, Terbesar Sepanjang Masa
Mansa Musa adalah seorang muslim. Orang terkaya sepanjang sejarah. Dia adalah seorang penguasa kekaisaran Mali yang kekayaannya mencapai US$400 miliar atau setara dengan Rp5.897 triliun.
Rudolph Ware, seorang profesor sejarah di University of Michigan, menjelaskan, kekayaan Musa begitu besar sehingga orang-orang berjuang untuk menggambarkannya. “Ini orang terkaya yang pernah dilihat orang, itulah intinya,” kata Ware.
“Mereka mencoba menemukan kata-kata untuk menjelaskannya. Ada foto dia memegang tongkat emas di atas takhta emas yang memegang secangkir emas dengan mahkota emas di kepalanya. Bayangkan emas sebanyak yang Anda pikir bisa dimiliki manusia dan menggandakannya, itulah kira-kira angka yang coba dikomunikasikan semua orang,“ lanjutnya.
Dalam salah satu daftar peringkat 24 orang terkaya di dunia sepanjang masa, yang disusun oleh situs Celebrity Net Worth, mendudukkan Mansa Musa sebagai orang terkaya No. 1 sepanjang masa dengan total kekayaan sekitar US$400 miliar. Daftar tersebut menggunakan tingkat inflasi 2199,6 persen tahunan untuk menyesuaikan kekayaan bersejarah – dalam formulasi yang berarti US$100 juta pada tahun 1913 akan sama dengan £ 2.299.63 miliar hari ini.
Independent.co.uk menggambarkan dengan tingkat inflasi yang disesuaikan dengan kekayaan sebesar US$400 miliar, Mansa Musa I akan jauh lebih kaya daripada orang terkaya di dunia saat ini.
Eamonn Gearon, dalam bukunya Turning Points in Middle Eastern History, menyatakan Musa tidak hanya kaya, lebih dari itu, ada masa ketika nama dan legendanya demikian kuat hingga mampu mempertemukan Eropa di Era Penemuan dengan kawasan Muslim di Utara dan Barat Afrika.
Baca juga: Elon Musk Ingin NASA dan China Bisa Kerjasama di Industri Luar Angkasa
Garam dan Emas
Kekayaan Mansa Musa bisa disebut sebagai keberuntungan alami, mengingat posisinya sebagai penguasa Kekaisaran Mali. Pada masa itu, Mali merupakan pusat perdagangan regional yang tumbuh secara kuat dan kaya karena diberkahi dengan berlimpahnya dua komoditas yang tak ternilai: garam dan emas.
Kekaisaran Mali muncul sebagai kekuatan regional sekitar 100 tahun sebelum pemerintahan Mansa Musa. Pada awal 1300-an, kekaisaran tersebut mencakup kira-kira setengah juta mil persegi, menjadikannya salah satu wilayah teritorial terbesar di bawah otoritas pusat di manapun di dunia ini.
Nyatanya, setajir apa pun Elon Musk, belum mampu menyamai Mansa Musa. Harta Musk yang membuat mataterbelalakitu hanyalah setengah dari harta Mansa Musa. Sampai detik ini Mansa Musa masih berjuluk sebagai orang terkaya sepanjang sejarah.
Baca juga: Kekayaan Mansa Musa Raja Muslim Mali, Terbesar Sepanjang Masa
Mansa Musa adalah seorang muslim. Orang terkaya sepanjang sejarah. Dia adalah seorang penguasa kekaisaran Mali yang kekayaannya mencapai US$400 miliar atau setara dengan Rp5.897 triliun.
Rudolph Ware, seorang profesor sejarah di University of Michigan, menjelaskan, kekayaan Musa begitu besar sehingga orang-orang berjuang untuk menggambarkannya. “Ini orang terkaya yang pernah dilihat orang, itulah intinya,” kata Ware.
“Mereka mencoba menemukan kata-kata untuk menjelaskannya. Ada foto dia memegang tongkat emas di atas takhta emas yang memegang secangkir emas dengan mahkota emas di kepalanya. Bayangkan emas sebanyak yang Anda pikir bisa dimiliki manusia dan menggandakannya, itulah kira-kira angka yang coba dikomunikasikan semua orang,“ lanjutnya.
Dalam salah satu daftar peringkat 24 orang terkaya di dunia sepanjang masa, yang disusun oleh situs Celebrity Net Worth, mendudukkan Mansa Musa sebagai orang terkaya No. 1 sepanjang masa dengan total kekayaan sekitar US$400 miliar. Daftar tersebut menggunakan tingkat inflasi 2199,6 persen tahunan untuk menyesuaikan kekayaan bersejarah – dalam formulasi yang berarti US$100 juta pada tahun 1913 akan sama dengan £ 2.299.63 miliar hari ini.
Independent.co.uk menggambarkan dengan tingkat inflasi yang disesuaikan dengan kekayaan sebesar US$400 miliar, Mansa Musa I akan jauh lebih kaya daripada orang terkaya di dunia saat ini.
Eamonn Gearon, dalam bukunya Turning Points in Middle Eastern History, menyatakan Musa tidak hanya kaya, lebih dari itu, ada masa ketika nama dan legendanya demikian kuat hingga mampu mempertemukan Eropa di Era Penemuan dengan kawasan Muslim di Utara dan Barat Afrika.
Baca juga: Elon Musk Ingin NASA dan China Bisa Kerjasama di Industri Luar Angkasa
Garam dan Emas
Kekayaan Mansa Musa bisa disebut sebagai keberuntungan alami, mengingat posisinya sebagai penguasa Kekaisaran Mali. Pada masa itu, Mali merupakan pusat perdagangan regional yang tumbuh secara kuat dan kaya karena diberkahi dengan berlimpahnya dua komoditas yang tak ternilai: garam dan emas.
Kekaisaran Mali muncul sebagai kekuatan regional sekitar 100 tahun sebelum pemerintahan Mansa Musa. Pada awal 1300-an, kekaisaran tersebut mencakup kira-kira setengah juta mil persegi, menjadikannya salah satu wilayah teritorial terbesar di bawah otoritas pusat di manapun di dunia ini.
Lihat Juga :