Kekayaan Mansa Musa Raja Muslim Mali, Terbesar Sepanjang Masa
Selasa, 21 September 2021 - 11:24 WIB
loading...
Sejarah mencatat kekayaan Mansa Musa Raja Muslim Mali di Afrika Barat belum tertandingi hingga abad ini. Foto wikipedia
A
A
A
Kekayaan Mansa Musa raja muslim Mali tercatat sebagai terbesar sepanjang masa. Kaisar yang memerintah kerajaan Mali pada tahun 1312 hingga 1337 ini, menjadikannya sebagai orang terkaya sejagat , yang belum ada tandingannya hingga abad ini. Siapa sebenarnya Mansa Musa ini? Dan berapa besar nilai kekayaannya?
Mansa Musa merupakan kaisar yang memerintah Kerajaan Mali. Mansa sendiri adalah sebutan kehormatan yang artinya kaisar. Musa I juga dikenal sebagai Musa Keita I dari Mali. Dinukil dari laman The Famous People, Mansa Musa I lahir di Dinasti Keita pada 1280-an di Mali sebagai Musa Keita I. Musa I adalah keponakan dari Sundiata Keita (Sunjaata yang memerintah dari 1230-1255), pendiri Kekaisaran Mali yang menganut Islam. Ayah Musa Keita I, Faga Laye, tidak memainkan peran apa pun di kekaisaran.
Baca juga: Orang Terkaya di Indonesia Makin Bertambah, Ini 10 Daftar Paling Atas
Namun, Musa I dapat naik takhta pada 1312 melalui praktik pengangkatan seorang wakil ketika seorang raja pergi berziarah atau dalam misi penting, dan pergi untuk waktu yang lama. Musa I ditunjuk menjadi wakil dari Mansa Abu Bakar II, penerus Sundiata Keita. Abu Bakar II berlayar ke Atlantik dnegan armada kapal yang besar untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang apa yang terbentang di cakrawala. Namun, ia dan armadanya tidak pernah terlihat lagi. Dengan demikian, takhta diteruskan kepada Musa Keita I yang mengambil gelar Mansa ke-10 dari kekaisaran Afrika Barat yang kaya. Itulah asal usul Mansa Musa, Raja Mali yang kaya raya ini.
Sebagai Kaisar Muslim-Afrika, Mansa Musa diperkirakan memiliki sejumlah emas yang fantastis. Para ahli dan sejarawan berspekulasi bahwa dia memiliki sekitar setengah dari emas dunia , kira-kira USD5 triliun. Kekayaannya bisa dimengerti karena wilayah kekuasaan Kerajaan Mali saat mansa Musa berkuasa sangat luas hingga mampu menguasai 24 kota baru salah satunya Timbuktu.
Menurut para sejarawan, wilayah kekuasaan Kerajaan Mali membentang sepanjang 3.128 km mulai dari Samudera Atlantik termasuk daerah yang saat ini menjadi Senegal, Mali, Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Gambia serta Republik Guinea.
Berbekal peta wilayah kekuasaan yang sangat luas, Mansa Musa menjelma menjadi seorang raja yang kaya raya. Konon, kerajaan yang dipimpinnya bahkan menguasai hampir separuh jumlah emas yang ada di negeri-negeri Afrika, Asia sampai Eropa. Selain emas, Mansa Musa memiliki kekayaan yang diprediksi sejarawan senilai sekitar USD400 miliar dalam bentuk uang modern.
Perjalanan Mewah Ibadah Haji
Sebagai seorang muslim, Mansa Musa juga dikenal sebagai seorang yang taat beribadah, salah satunya menunaikan ibadah haji . Dan kekayaannya itu seperti sebuah pertunjukan yang dia tampilkan ketika akan melaksanakan ibadah haji.
Dikisahkan, ia berangkat ke tanah suci Makkah melewati Gurun Sahara dan Mesir dengan memboyong 60.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari seluruh pejabat kerajaan, hakim-hakim, tentara, pedagang, penghibur, budak, pengendara unta bahkan kambing dan sapi sebagai bekal makanan. Perjalanan suci ini dilaksanakan dari tahun 1324-1325.
Mansa Musa merupakan kaisar yang memerintah Kerajaan Mali. Mansa sendiri adalah sebutan kehormatan yang artinya kaisar. Musa I juga dikenal sebagai Musa Keita I dari Mali. Dinukil dari laman The Famous People, Mansa Musa I lahir di Dinasti Keita pada 1280-an di Mali sebagai Musa Keita I. Musa I adalah keponakan dari Sundiata Keita (Sunjaata yang memerintah dari 1230-1255), pendiri Kekaisaran Mali yang menganut Islam. Ayah Musa Keita I, Faga Laye, tidak memainkan peran apa pun di kekaisaran.
Baca juga: Orang Terkaya di Indonesia Makin Bertambah, Ini 10 Daftar Paling Atas
Namun, Musa I dapat naik takhta pada 1312 melalui praktik pengangkatan seorang wakil ketika seorang raja pergi berziarah atau dalam misi penting, dan pergi untuk waktu yang lama. Musa I ditunjuk menjadi wakil dari Mansa Abu Bakar II, penerus Sundiata Keita. Abu Bakar II berlayar ke Atlantik dnegan armada kapal yang besar untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang apa yang terbentang di cakrawala. Namun, ia dan armadanya tidak pernah terlihat lagi. Dengan demikian, takhta diteruskan kepada Musa Keita I yang mengambil gelar Mansa ke-10 dari kekaisaran Afrika Barat yang kaya. Itulah asal usul Mansa Musa, Raja Mali yang kaya raya ini.
Sebagai Kaisar Muslim-Afrika, Mansa Musa diperkirakan memiliki sejumlah emas yang fantastis. Para ahli dan sejarawan berspekulasi bahwa dia memiliki sekitar setengah dari emas dunia , kira-kira USD5 triliun. Kekayaannya bisa dimengerti karena wilayah kekuasaan Kerajaan Mali saat mansa Musa berkuasa sangat luas hingga mampu menguasai 24 kota baru salah satunya Timbuktu.
Menurut para sejarawan, wilayah kekuasaan Kerajaan Mali membentang sepanjang 3.128 km mulai dari Samudera Atlantik termasuk daerah yang saat ini menjadi Senegal, Mali, Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Gambia serta Republik Guinea.
Berbekal peta wilayah kekuasaan yang sangat luas, Mansa Musa menjelma menjadi seorang raja yang kaya raya. Konon, kerajaan yang dipimpinnya bahkan menguasai hampir separuh jumlah emas yang ada di negeri-negeri Afrika, Asia sampai Eropa. Selain emas, Mansa Musa memiliki kekayaan yang diprediksi sejarawan senilai sekitar USD400 miliar dalam bentuk uang modern.
Perjalanan Mewah Ibadah Haji
Sebagai seorang muslim, Mansa Musa juga dikenal sebagai seorang yang taat beribadah, salah satunya menunaikan ibadah haji . Dan kekayaannya itu seperti sebuah pertunjukan yang dia tampilkan ketika akan melaksanakan ibadah haji.
Dikisahkan, ia berangkat ke tanah suci Makkah melewati Gurun Sahara dan Mesir dengan memboyong 60.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari seluruh pejabat kerajaan, hakim-hakim, tentara, pedagang, penghibur, budak, pengendara unta bahkan kambing dan sapi sebagai bekal makanan. Perjalanan suci ini dilaksanakan dari tahun 1324-1325.
Lihat Juga :