Surat Yasin: Para Rasul dan Penyeru yang Tak Disebut Namanya (1)
Rabu, 13 Oktober 2021 - 05:15 WIB
Sedang terakhir, Allah SWT mengutus langsung makhluk yang paling mulia di jagad penciptaan sebagai rasul-Nya untuk menyampaikan kebenaran. Maka ayat di atas mengandung pesan yang relevan bagi masyarakat Arab kala itu.
Terkait utusan-utusan yang dimaksud dalam ayat tersebut, beberapa mufasir ada yang berpendapat bahwa mereka adalah beberapa orang rasul Allah yang tidak sebutkan namanya. Sedang sebagian pendapat lainnya mengatakan bahwa mereka adalah murid-murid atau utusan Nabi Isa AS .
Prof Dr M Quraish Shihab , dalam Tafsir Al Misbah agaknya lebih condong pada pendapat kedua. Namun, beliau menilai, bahwa bukan itu substansi dari ayat di atas. Akan tetapi dari ayat tersebut Allah SWT ingin menyampaikan bahwa tidak ada paksaan bagi siapapun untuk mengikuti seruan yang telah diberikan.
Dalam ayat tersebut jelas terlihat, bahwa upaya pada pendakwah, hanya sebatas menyampaikan kebenaran dengan cara yang paling baik. Bahkan dalam ayat tersebut Allah menunjukkan bahwa ketika satu utusan ditolak, maka datang utusan selanjutnya, sebagai penguat, sampai kebenaran tersebut terang benderang dan terlihat nyata disaksikan oleh diri mereka.
Namun setelah kuat bukti kebenaran tersebut, maka tugas para penyampai risalah selesai. Semuanya dikembalikan kepada Allah SWT. Dan para utusan tersebut tidak diperintah untuk memaksakan apalagi memerangi orang-orang yang ingkar tersebut.
Menurut Quraish Shihab, kata ‘azzazna terambil dari kata ‘azza dan ya’azzu yang berarti menguatkan dan mengukuhkan. Ayat ini merupakan salah satu bukti bagi ketetapan Allah menyangkut kebebasan beragama.
Anda baca, kendati Allah telah mengukuhkan rasul-rasul guna meyakinkan masyarakat tentang kebenaran mereka, namun Allah tidak memaksa mereka untuk percaya. Memang tugas para penganjur kebaikan, hanya penyampaian, bukan pemaksaan, karena Tuhan hanya menerima keimanan yang tulus,.. sehingga setiap orang dipersilakan memilih jalan yang dikehendakinya.
Baca juga: Rahasia Dibalik Surat Yasin Ayat 58 dan Fadhilahnya
Dalam Surat Yasin 15-17, selanjutnya Al Quran mengisahkan:
Terkait utusan-utusan yang dimaksud dalam ayat tersebut, beberapa mufasir ada yang berpendapat bahwa mereka adalah beberapa orang rasul Allah yang tidak sebutkan namanya. Sedang sebagian pendapat lainnya mengatakan bahwa mereka adalah murid-murid atau utusan Nabi Isa AS .
Prof Dr M Quraish Shihab , dalam Tafsir Al Misbah agaknya lebih condong pada pendapat kedua. Namun, beliau menilai, bahwa bukan itu substansi dari ayat di atas. Akan tetapi dari ayat tersebut Allah SWT ingin menyampaikan bahwa tidak ada paksaan bagi siapapun untuk mengikuti seruan yang telah diberikan.
Dalam ayat tersebut jelas terlihat, bahwa upaya pada pendakwah, hanya sebatas menyampaikan kebenaran dengan cara yang paling baik. Bahkan dalam ayat tersebut Allah menunjukkan bahwa ketika satu utusan ditolak, maka datang utusan selanjutnya, sebagai penguat, sampai kebenaran tersebut terang benderang dan terlihat nyata disaksikan oleh diri mereka.
Namun setelah kuat bukti kebenaran tersebut, maka tugas para penyampai risalah selesai. Semuanya dikembalikan kepada Allah SWT. Dan para utusan tersebut tidak diperintah untuk memaksakan apalagi memerangi orang-orang yang ingkar tersebut.
Menurut Quraish Shihab, kata ‘azzazna terambil dari kata ‘azza dan ya’azzu yang berarti menguatkan dan mengukuhkan. Ayat ini merupakan salah satu bukti bagi ketetapan Allah menyangkut kebebasan beragama.
Anda baca, kendati Allah telah mengukuhkan rasul-rasul guna meyakinkan masyarakat tentang kebenaran mereka, namun Allah tidak memaksa mereka untuk percaya. Memang tugas para penganjur kebaikan, hanya penyampaian, bukan pemaksaan, karena Tuhan hanya menerima keimanan yang tulus,.. sehingga setiap orang dipersilakan memilih jalan yang dikehendakinya.
Baca juga: Rahasia Dibalik Surat Yasin Ayat 58 dan Fadhilahnya
Dalam Surat Yasin 15-17, selanjutnya Al Quran mengisahkan:
قَالُوۡا مَاۤ اَنۡـتُمۡ اِلَّا بَشَرٌ مِّثۡلُـنَا ۙ وَمَاۤ اَنۡزَلَ الرَّحۡمٰنُ مِنۡ شَىۡءٍۙ اِنۡ اَنۡـتُمۡ اِلَّا تَكۡذِبُوۡنَ
قَالُوۡا رَبُّنَا يَعۡلَمُ اِنَّاۤ اِلَيۡكُمۡ لَمُرۡسَلُوۡنَ
وَمَا عَلَيۡنَاۤ اِلَّا الۡبَلٰغُ الۡمُبِيۡنُ
Lihat Juga :