Hudzaifah bin al-Yaman (3): Ketika Sang Ayah Syahid oleh Pedang Pasukan Muslim

Selasa, 26 Oktober 2021 - 16:14 WIB
Adz Dzahabi menulis, bahwa Rasulullah SAW memberikan informasi rahasia kepada Hudzaifah tentang data orang-orang munafik di sekitar Rasul, juga beberapa konspirasi yang mereka rencanakan atas kaum muslimin.

Mengenai kelebihan yang dimiliki oleh Hudzaifah ini, beberapa sahabat senior pun memberikan pengakuan dan apresiasi. Sahabat Ali bin Abu Thalib pernah ditanya mengenai Hudzaifah bin Al-Yaman, beliau menjawab, “Ia mengetahui data tentang orang-orang munafik di sekitar Rasul, dan andai kalian bertanya tentang konspirasi-konspirasi yang mereka rencanakan, niscaya ia (juga) mengetahuinya.”

Menjadi Mata-mata

Hudzaifah bin Al-Yaman pernah diutus oleh Rasulullah SAW untuk menjadi mata-mata guna mencari informasi dari musuh pada saat terjadi perang Khandaq yang juga dikenal sebagai Pertempuran Al-Ahzab. Perang ini terjadi pada bulan Sya’ban (ada yang berpendapat bulan Syawal) tahun 5 H atau pada tahun 627 M.

Penunjukan Hudzaifah untuk menjadi mata-mata bukan keputusan yang tiba-tiba dan langsung atau spontan, karena sebelum menunjuk Hudzaifah, Rasulullah menawarkan kepada para sahabat, siapa yang bersedia menyusup ke wilayah musuh dalam rangka memastikan apakah pasukan Ahzab masih melakukan pengepungan atau sudah mundur.

Setelah menawarkan tiga kali namun tidak ada sahabat yang menjawab, akhirnya Rasulullah SAW menunjuk Hudzaifah untuk menjadi mata-mata. Kepadanya Rasulullah SAW berpesan agar jangan sampai membuat kegaduhan.

Hudzaifah menceritakan ketika tiba di area pasukan musuh, “Aku melihat Abu Sufyan menghangatkan dirinya dekat api. Kuambil panahku dan hendak aku bidikkan, tetapi aku teringat pesan Rasul SAW, maka aku membatalkan niatku.

Lalu aku kembali dan melaporkan kepada Rasul bahwa pasukan musuh sudah kembali ke Makkah. Saat itu aku dalam kondisi kedinginan, lalu Rasul memberiku sehelai kain penghangat yang biasa beliau gunakan dalam sholat. Aku pun tertidur hingga pagi. Ketika itu, Rasul menyapaku: “qum ya nauman” (bangunlah wahai yang banyak tidur).

Baca juga: Hudzaifah ibnul Yaman: Jago Membaca Tabiat dan Airmuka Seseorang

Gubernur Nahawand

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab , Hudzaifah bin Al-Yaman ditugaskan untuk menjadi Gubernur di Nahawand, dan beliau menetap di sana sampai wafatnya. Tatkala beliau sakit keras yang menyebabkan wafatnya, beberapa sahabat datang mengunjunginya tengah malam. Hudzaifah bertanya, “Jam berapa sekarang?”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!