Syuhada yang Terbunuh di Jalan Allah Itu Masih Hidup, Ini Dalilnya
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 23:08 WIB
Sungguh beruntung para Syuhada yang terbunuh di jalan Allah. Mereka hidup di sisi Tuhannya dengan segala kenikmatan. Foto/dok gamingunion.net
Jangan pernah menganggap para Syuhada yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Justru sebaliknya mereka hidup bahagia di alam barzakh dengan segala kenikmatan yang diberikan Allah Ta'ala.
Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an:
Wa laa taquuluu limayyuqtalu fii sabiilillaahi amwaat, bal ahyaaa'uwwalaakillaa tasy'uruun.
"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (QS Al-Baqarah Ayat 154)
Syekh Prof Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan ahli tafsir Suriah menerangkan, Ayat ini turun untuk para korban Perang Badar. Mereka itu sekitar puluhan orang, yaitu 8 orang dari kaum Anshar dan 6 orang dari kaum Muhajirin. Orang-orang berkata tentang orang yang terbunuh di jalan Allah: "Fulan telah mati, kenikmatan dan kelezatan dunia telah lenyap darinya." Lalu Allah menurunkan ayat di atas.
Untuk diketahui, kehidupan alam barzakh lebih sempurna dari kehidupan dunia. Bahka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa ruh para syuhada mendapatkan kenikmatan seperti layaknya penghuni surga.
Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, Mudarris Tafsir di Masjid Nabawi Madinah menjelaskan makna Ayat 154 itu mengandung larangan untuk meyakini bahwa orang yang terburuh di jalan Allah itu sudah mati. Akan tetapi mereka hidup di alam barzakh sebagaimana sabda Rasulullah:
أرواح الشهداء في حواصل طيور خضر تسرح في الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى قناديل معلقة تحت العرش
"Arwah para Syuhada dibawa oleh burung-burung hijau yang berkeliaran di Surga sekehendak hatinya, kemudian mereka tinggal di dalam lampu-lampu gantung di bawah 'Arsyi." (HR Muslim)
Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an:
وَلَا تَقُوۡلُوۡا لِمَنۡ يُّقۡتَلُ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ اَمۡوَاتٌ ؕ بَلۡ اَحۡيَآءٌ وَّلٰـكِنۡ لَّا تَشۡعُرُوۡنَ
Wa laa taquuluu limayyuqtalu fii sabiilillaahi amwaat, bal ahyaaa'uwwalaakillaa tasy'uruun.
"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (QS Al-Baqarah Ayat 154)
Syekh Prof Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan ahli tafsir Suriah menerangkan, Ayat ini turun untuk para korban Perang Badar. Mereka itu sekitar puluhan orang, yaitu 8 orang dari kaum Anshar dan 6 orang dari kaum Muhajirin. Orang-orang berkata tentang orang yang terbunuh di jalan Allah: "Fulan telah mati, kenikmatan dan kelezatan dunia telah lenyap darinya." Lalu Allah menurunkan ayat di atas.
Untuk diketahui, kehidupan alam barzakh lebih sempurna dari kehidupan dunia. Bahka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa ruh para syuhada mendapatkan kenikmatan seperti layaknya penghuni surga.
Syekh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, Mudarris Tafsir di Masjid Nabawi Madinah menjelaskan makna Ayat 154 itu mengandung larangan untuk meyakini bahwa orang yang terburuh di jalan Allah itu sudah mati. Akan tetapi mereka hidup di alam barzakh sebagaimana sabda Rasulullah:
أرواح الشهداء في حواصل طيور خضر تسرح في الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى قناديل معلقة تحت العرش
"Arwah para Syuhada dibawa oleh burung-burung hijau yang berkeliaran di Surga sekehendak hatinya, kemudian mereka tinggal di dalam lampu-lampu gantung di bawah 'Arsyi." (HR Muslim)
Lihat Juga :