Penghuni Neraka : Orang yang Tidak Menggunakan Akalnya untuk Memahami Petunjuk Allah

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 15:34 WIB
من لم يكن عقله أغلب خصال الخير عليه، كان حتفه في أغلب خصال الشر عليه


“Barangsiapa yang tidak menjadikan akalnya sebagai sifat kebaikan yang dominan pada dirinya, maka orang seperti ini kecelakaannya adalah pada sifat keburukan yang dominan pada dirinya.”

Menurut Ustadz Abdullah Taslim, akal yang merupakan tabiat/watak bawaan manusia, disebut juga bapaknya ilmu, pendidik ilmu dan yang menumbuhkan ilmu. Akal atau pemahaman yang diusahakan atau bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Ini merupakan anaknya ilmu atau buah dan hasil dari ilmu.

Untuk akal yang jenis pertama, jelas bahwa semua orang punya akal, yakni kemampuan untuk memahami dan mempelajari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Permasalahannya apakah semua orang memanfaatkan potensi ini untuk memahami dan menumbuhkan ilmu yang benar pada dirinya? Jawabnya tidak. Karena penghuni neraka mengakui bahwa mereka dahulu di dunia tidak mau mendengarkan dan menggunakan akalnya untuk memahami petunjuk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Jadi, akal jenis kedua inilah yang mereka tidak punyai, karena mereka tidak mau memanfaatkannya dalam memahami dan mencari kebenaran. Dan, jika terkumpul dua jenis akal ini pada diri seorang hamba, maka inilah karunia besar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada siapa yang dikehendakiNya.

Baca juga: Rasulullah Sangat Kagum dengan Bau Harum Makam Perempuan Saleha Ini

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!