Transliterasi Arab Indonesia, Berikut Panduan dan Pedomannya

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 22:21 WIB
2. Māddah

Māddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat huruf, baik transliterasi yang berdoman pada SKB No. 158/1987 dan 0543.b/U/1987 maupun ISO berupa huruf dan tanda berikut:



3. Kata Sandang

Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu: ﺍل. Namun dalam transliterasi ini kata sandang itu dibedakan atas kata sandang yang diikuti oleh huruf Syamsiah dan kata sandang yang diikuti oleh huruf Qamariah.

Kata sandang diikuti oleh huruf Syamsiah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya, yaitu huruf (lam) diganti dengan huruf yang sama dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu.

Kata sandang yang diikuti oleh huruf Qamariah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai pula dengan bunyinya. Baik diikuti huruf syamsiah maupun qamariah, kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sempang.

Contoh:

Ar-Rajulu : الرَّجُلُ

As-Salāmu : السَّلاَمُ

Al-Qalamu : الْـقَلَمُ

Al-Makānu : الْـمَـكَا نُ

4. Penulisan Kalimat

Pada dasarnya setiap kata, baik Fi'il (kata kerja), Ism (kata benda), maupun Huruf, ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan. Dengan kata lain karena ada huruf atau harakah yang dihilangkan, maka dalam transliterasi ini penulisan kata yang dimaksud dirangkaikan dengan kata lain yang mengikutinya.

Contoh:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!