Samson, Nabi Tanpa Pengikut yang Membawa Pedang di Padang Mahsyar
Jum'at, 05 November 2021 - 14:16 WIB
Singkat cerita Nabi Sam'un Ghozi terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada istrinya, Nabi Sam'un berkata kepada isterinya, “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”
Akhirnya Nabi Sam'um Ghozi diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.
Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam'un Ghozi berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah Taala.
Do'a Nabi Sam'un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian sang Nabi bersumpah kepada Allah, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan.
Baca juga: Beda Lokasi Padang Mahsyar Dunia dan Akhirat: Sama-Sama Menakutkan
Ketika Rasulullah selesai menceritakan kisah Nabi Sam'un yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat Rasulullah berkata: “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti Nabiyullah Sam'un Ghozi Alaihi Salam. Kemudian Rasulullah, diam sejenak.
Kemudian Malaikat Jibril datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.
Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW tesenyum senyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika di mana seluruh manusia dikumpulkan di padang Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang Nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam'un Alaihi Salam."
Baca juga: Asal Usul Lailatul Qadar Bermula dari Kisah Nabi Syam'un
Akhirnya Nabi Sam'um Ghozi diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.
Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam'un Ghozi berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah Taala.
Do'a Nabi Sam'un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian sang Nabi bersumpah kepada Allah, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan.
Baca juga: Beda Lokasi Padang Mahsyar Dunia dan Akhirat: Sama-Sama Menakutkan
Ketika Rasulullah selesai menceritakan kisah Nabi Sam'un yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat Rasulullah berkata: “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti Nabiyullah Sam'un Ghozi Alaihi Salam. Kemudian Rasulullah, diam sejenak.
Kemudian Malaikat Jibril datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.
Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW tesenyum senyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika di mana seluruh manusia dikumpulkan di padang Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang Nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam'un Alaihi Salam."
Baca juga: Asal Usul Lailatul Qadar Bermula dari Kisah Nabi Syam'un
(mhy)
Lihat Juga :