Muawiyah Masuk Islam pada Peristiwa Umrah Qadha'?

Selasa, 09 November 2021 - 15:35 WIB
Pada masa pemerintahan Ali bin Abu Thalib , terjadi beberapa konflik antara kaum Muslimin. Di antaranya Perang Shiffin. Perang yang terjadi antara Ali dan Muawiyah ini berakhir dengan perdamaian.

Ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib terbunuh, kaum Muslimin sempat mengangkat putranya, Hasan bin Ali. Namun melihat keadaan yang tidak menentu, setelah tiga bulan, akhirnya Hasan mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah bin Abi Sufyan.

Serah terima jabatan itu berlangsung di kota Kufah. Tahun inilah yang dalam sejarah dikenal dengan Amul Jama’ah (Tahun Kesatuan). Dengan demikian, Muawiyah resmi menjadi khalifah.

Muawiyah dikenal sebagai negarawan dan politikus ulung. Ungkapannya tentang hal ini dicatat sejarah, “Aku tidak akan menggunakan pedangku selagi cambukku sudah cukup. Aku tidak akan menggunakan cambukku selagi lisanku masih bisa mengatasinya. Jika ada rambut yang membentang antara diriku dan penentangku, maka rambut itu tidak akan putus selamanya. Jika mereka mengulurkannya, maka aku akan menariknya. Jika mereka menariknya, maka aku akan mengulurnya.”

Dia mempunyai kemampuan diplomasi yang sangat tinggi sehingga Nicholsan dalam bukunya Literaty History of The Arabs menulis, “Muawiyah adalah seorang diplomat yang cakap dibanding dengan Richelieu, politikus Prancis yang terkenal itu.” Lebih tepat lagi ia mencontohkan Muawiyah dengan Oliver Cromwell, politikus dan protektor Inggris yang termasyhur, yang pernah membubarkan parlemen.

Baca juga: Muawiyah Tinggal di Istana Megah, Ali bin Abu Thalib: Itu Istana Celaka!

Dinasti Umayyah

Muawiyah adalah pendiri Daulah Umawiyah atau Umayyah. Nama dinasti ini diambil dari nama kakek buyutnya Muawiyah, Umayyah bin Abd Asy-Syam.

Umayyah adalah putra dari Abd Asy-Syam bin Abd Manaf, yang juga adalah ayah dari Hasyim, kakek buyut Rasulullah SAW. Dengan kata lain, secara nasab, sebenarnya masih terdapat pertalian kekeluargaan antara Bani Hasyim dengan Bani Umayyah pada diri Abd Manaf.

Namun sejarah mencatat terjadi persaingan yang begitu sengit antara Bani Hasyim dangan Bani Umayyah – setidaknya bagi Bani Umayyah. Persaingan ini sudah berlangsung bahkan sejak masa Umayyah dengan Hasyim, dan terus berlanjut hingga ke masa Muawiyah dan anak keturunannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!