Kisah Sufi Idries Shah, Orang-Orang Buta dan Gajah
Rabu, 10 November 2021 - 14:30 WIB
Masing-masing telah meraba satu bagian saja. Masing-masing telah keliru menangkapnya. Tidak ada pikiran yang mengetahui segala: pengetahuan bukanlah sahabat Si Buta. Semuanya membayangkan sesuatu, yang sama sekali keliru.
Makhluk tidak mengetahui perihal ketuhanan. Tak ada Jalan dalam pengetahuan ini yang bisa ditempuh dengan kemampuan biasa.
Sapardi Djoko Damono yang menerjemahkan Kisah-Kisah Sufi karya Idries Shah membuat catatan bahwa kisah ini terkenal dalam versi Jalaluddin Rumi "Gajah dalam Rumah Gelap," yang dimuat dalam Matsnawi. Guru Rumi, hakim Sanai, menyodorkan versi ini dalam buku pertama yang dianggap klasik di kalangan Sufi, Taman Kebenaran yang Berpagar. Ia meninggal tahun 1150.
Kedua kisah itu merupakan penyampaian cara pemikiran yang sama, yang menurut tradisi, telah dipergunakan oleh guru-guru Sufi selama berabad-abad.
Baca juga: Sahabat Nabi yang Sufi sampai Imam Hasan al-Basri
Makhluk tidak mengetahui perihal ketuhanan. Tak ada Jalan dalam pengetahuan ini yang bisa ditempuh dengan kemampuan biasa.
Sapardi Djoko Damono yang menerjemahkan Kisah-Kisah Sufi karya Idries Shah membuat catatan bahwa kisah ini terkenal dalam versi Jalaluddin Rumi "Gajah dalam Rumah Gelap," yang dimuat dalam Matsnawi. Guru Rumi, hakim Sanai, menyodorkan versi ini dalam buku pertama yang dianggap klasik di kalangan Sufi, Taman Kebenaran yang Berpagar. Ia meninggal tahun 1150.
Kedua kisah itu merupakan penyampaian cara pemikiran yang sama, yang menurut tradisi, telah dipergunakan oleh guru-guru Sufi selama berabad-abad.
Baca juga: Sahabat Nabi yang Sufi sampai Imam Hasan al-Basri
(mhy)
Lihat Juga :