Abu Yazid dan Seorang Muridnya

Rabu, 22 April 2020 - 15:45 WIB
"Maha besar Allah! Tiada Tuhan kecuali Allah," cetus si murid setelah mendengar kata-kata Abu Yazid itu.

"Jika seorang kafir mengucapkan kata-kata itu niscaya ia menjadi seorang Muslim," kata Abu Yazid. “Tetapi dengan mengucapkan kata-kata yang sama engkau telah mempersekutukan Allah".

"Mengapa begitu?" tanya si murid.

"Karena engkau merasa bahwa dirimu terlalu mulia untuk berbuat seperti yang telah kukatakan tadi. Kemudian engkau mencetuskan kata-kata tadi untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang penting, dan bukan untuk memuliakan Allah. Dengan demikian bukankah engkau telah mempersekutukan Allah?".

"Saran-saranmu tadi tidak dapat kulaksanakan. Berikanlah saran-saran yang lain," si murid berkeberatan.

"Hanya itu yang dapat kusarankan," Abu Yazid menegaskan.

"Aku tak sanggup melaksanakannya," si murid mengulangi kata-katanya.

"Bukankah telah aku katakan bahwa engkau tidak akan sanggup untuk melaksanakannya dan engkau tidak akan menuruti kata-kataku," kata Abu Yazid mengingatkan.

Kisah tersebut mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabur. Maka Abu Yazid menganjurkan muridnya berlatih menjadi orang hina agar ego dan keinginan untuk menonjol dan dihormati segera hilang, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!