Abd-al Rahman al-Sufi, Astronom Muslim yang Mengindentifikasi 100 Bintang Baru
Sabtu, 13 November 2021 - 14:21 WIB
Abd-al Rahman al-Sufi melakukan pengamatan astronomi dan membuat manuskrip kitab tersebut dari Isfahan di Iran. Ia mendedikasikan Kitab Bintang-Bintang Tetap itu untuk Adud al-Dawla, seorang Emir dari Dinasti Buyid yang mendukung aktivitas intelektualnya secara finansial.
Al-Sufi bertanggung jawab atas inovasi dalam memetakan bintang-bintang. Ia memperbarui garis bujur rasi bintang Ptolemy dari 137 Masehi dengan menambahkan 12 derajat dan 42 menit pada nilai longitudinal Ptolemy agar lebih presisi.
Dalam upayanya ini, ia menggunakan produksi ilustrasi ganda untuk setiap rasi bintang Ptolemy. Satu ilustrasi digambarkan di bola langit, sementara yang lain dilihat langsung di langit malam.
Buku ini bukan satu-satunya kontribusi al-Sufi di bidang astronomi dan sains. Dia juga berkontribusi pada pembangunan observatorium penting di kota Shiraz, dan berperan dalam desain banyak instrumen astronomi seperti astrolab dan bola langit.
Baca juga: Bangga, 15 Dosen Indonesia Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia
Mahakarya Seni
Kitab Bintang-Bintang Tetap sendiri sering dipuji sebagai mahakarya seni Asia Tengah. Hal ini juga dapat dianggap sebagai bukti bahwa gerakan Renaisans yang muncuk pada abad ke-15 di Eropa merupakan produk sampingan dari hasil pertukaran budaya antara Eropa dengan Asia, khususnya lewat perdagangan di daerah-daerah yang terhubung dengan Jalur Sutra kuno.
Dalam Kitab Bintang-Bintang Tetap terdapat 74 miniatur rasi bintang yang kecil dan mempesona. Kitab ini adalah salah satu risalah tertua yang masih ada saat manuskrip-manuskrip bergambar mulai menjadi fokus para cendekiawan.
Secara ilmiah, dalam kitab ini al-Sufi menggabungkan prinsip-prinsip astronomi Arab kuno, dengan pengetahuan tentang bintang-bintang yang ditransmisikan oleh orang-orang Yunani. Abd-al Rahman al-Sufi mengambil seluruh katalog Ptolemy dan menggabungkannya dengan bintang-bintang yang disebutkan dalam literatur Arab.
Memacu Perkembangan Teknologi
Al-Sufi bertanggung jawab atas inovasi dalam memetakan bintang-bintang. Ia memperbarui garis bujur rasi bintang Ptolemy dari 137 Masehi dengan menambahkan 12 derajat dan 42 menit pada nilai longitudinal Ptolemy agar lebih presisi.
Dalam upayanya ini, ia menggunakan produksi ilustrasi ganda untuk setiap rasi bintang Ptolemy. Satu ilustrasi digambarkan di bola langit, sementara yang lain dilihat langsung di langit malam.
Buku ini bukan satu-satunya kontribusi al-Sufi di bidang astronomi dan sains. Dia juga berkontribusi pada pembangunan observatorium penting di kota Shiraz, dan berperan dalam desain banyak instrumen astronomi seperti astrolab dan bola langit.
Baca juga: Bangga, 15 Dosen Indonesia Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia
Mahakarya Seni
Kitab Bintang-Bintang Tetap sendiri sering dipuji sebagai mahakarya seni Asia Tengah. Hal ini juga dapat dianggap sebagai bukti bahwa gerakan Renaisans yang muncuk pada abad ke-15 di Eropa merupakan produk sampingan dari hasil pertukaran budaya antara Eropa dengan Asia, khususnya lewat perdagangan di daerah-daerah yang terhubung dengan Jalur Sutra kuno.
Dalam Kitab Bintang-Bintang Tetap terdapat 74 miniatur rasi bintang yang kecil dan mempesona. Kitab ini adalah salah satu risalah tertua yang masih ada saat manuskrip-manuskrip bergambar mulai menjadi fokus para cendekiawan.
Secara ilmiah, dalam kitab ini al-Sufi menggabungkan prinsip-prinsip astronomi Arab kuno, dengan pengetahuan tentang bintang-bintang yang ditransmisikan oleh orang-orang Yunani. Abd-al Rahman al-Sufi mengambil seluruh katalog Ptolemy dan menggabungkannya dengan bintang-bintang yang disebutkan dalam literatur Arab.
Memacu Perkembangan Teknologi
Lihat Juga :