Saat Lautan Terbelah, Raja Firaun: Lihatlah, Supaya Aku Dapat Menyusul Budakku
Kamis, 18 November 2021 - 19:52 WIB
Melihat terbelahnya laut, Firaun berkata Lihatlah oleh kalian semua bagaimana lautan ini terbelah supaya aku dapat menyusul para budakku yang melarikan diri dan membangkang dari negeriku. (Ilustrasi : Ist)
Raja Firaun dikenal sangat sombong. Sebelum dirinya musnah bersama tentaranya, ia masih saja sombong. Begitu sampai di tepi pantai dan melihat terbelahnya laut, ia berkata “Lihatlah oleh kalian semua bagaimana lautan ini terbelah supaya aku dapat menyusul para budakku yang melarikan diri dan membangkang dari negeriku.”
Baca juga: Kalajengking Serbu Desa di Mesir Usai Penemuan Kuil Matahari, Kutukan Firaun?
Saking sombong dan congkaknya Firaun membuat Malaikat Jibril sangat membencinya. Itu sebabnya manakala Allah menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan.
Kisah tentang kebencian Jibril kepada Fir'aun tersebut diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. (Hadis ini dishahih Sunan Tirmidzi).
Dikisahkan, Jibril telah memberitahu Rasulullah SAW bahwa pada saat Firaun tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil."
Lalu, Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid. "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya," ujar Jibril kepada Rasulullah. Jibril khawatir dia meraih rahmat Allah dan tobatnya diterima.
Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Firaun. Itu sebabnya Firaun tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan.
Mungkin ada yang berkata, ''Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir'aun dan mengampuninya?''
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjawab bahwa seorang hamba sampai pada keadaan membenci orang-orang dzalim di mana dia berdoa kepada Allah agar tobat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya.
"Ini terjadi pada Musa . Dia berdoa atas Firaun dan bala tentaranya agar Allah mengunci mata hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih," tulisnya.
Baca juga: Didesain dan Dibuat Langsung Firaun, Inilah Detail Bangunan Candi Matahari
Jumlah Tentara Firaun
Sejumlah ulama tafsir mengatakan, ketika Firaun dan bala tentaranya mencari jejak Bani Israil, jumlah mereka saat itu sangat banyak. Ada yang mengatakan bahwa jumlah kuda mereka saja sekitar 100.000 dan jumlah pasukan Firaun secara keseluruhan tidak kurang dari 1.600.000 orang dengan persenjataan lengkap. Sedangkan jumlah Bani Israil hanya 600.000 orang dengan perlengkapan seadanya.
Baca juga: Kalajengking Serbu Desa di Mesir Usai Penemuan Kuil Matahari, Kutukan Firaun?
Saking sombong dan congkaknya Firaun membuat Malaikat Jibril sangat membencinya. Itu sebabnya manakala Allah menenggelamkannya lalu membinasakannya, Jibril hadir untuk menyaksikan.
Kisah tentang kebencian Jibril kepada Fir'aun tersebut diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Yunus, 4/287. (Hadis ini dishahih Sunan Tirmidzi).
Dikisahkan, Jibril telah memberitahu Rasulullah SAW bahwa pada saat Firaun tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil."
Lalu, Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, sehingga dia tidak bisa berucap kalimat tauhid. "Wahai Muhammad, seandainya kamu melihatku mengambil lumpur laut, lalu aku suapkan di mulutnya karena aku takut rahmat mendapatinya," ujar Jibril kepada Rasulullah. Jibril khawatir dia meraih rahmat Allah dan tobatnya diterima.
Apa yang dilakukan oleh Jibril tidak lain karena kebenciannya yang sangat besar terhadap Firaun. Itu sebabnya Firaun tenggelam dalam kekufuran dan kerusakan.
Mungkin ada yang berkata, ''Apa ruginya Jibril kalau Allah memberi rahmat kepada Fir'aun dan mengampuninya?''
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam bukunya berjudul Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjawab bahwa seorang hamba sampai pada keadaan membenci orang-orang dzalim di mana dia berdoa kepada Allah agar tobat mereka tidak diterima dan tidak dimasukkan ke dalam rahmat-Nya.
"Ini terjadi pada Musa . Dia berdoa atas Firaun dan bala tentaranya agar Allah mengunci mata hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih," tulisnya.
Baca juga: Didesain dan Dibuat Langsung Firaun, Inilah Detail Bangunan Candi Matahari
Jumlah Tentara Firaun
Sejumlah ulama tafsir mengatakan, ketika Firaun dan bala tentaranya mencari jejak Bani Israil, jumlah mereka saat itu sangat banyak. Ada yang mengatakan bahwa jumlah kuda mereka saja sekitar 100.000 dan jumlah pasukan Firaun secara keseluruhan tidak kurang dari 1.600.000 orang dengan persenjataan lengkap. Sedangkan jumlah Bani Israil hanya 600.000 orang dengan perlengkapan seadanya.
Lihat Juga :