Surat Yasin Ayat 18-19: Ketika Kaum Antokiah Anggap Rasul Membawa Sial
Jum'at, 19 November 2021 - 20:11 WIB
Surat Yasin Ayat 18-19 menceritakan bagaimana kaum Antokiah menganggap kehadiran para rasul sebagai pembawa sial. (Foto/Ilusrasi: Dok. SINDOnews)
Surat Yasin Ayat 18 -19 menceritakan bagaimana kaum Antokiah menganggap kehadiran para rasul sebagai pembawa sial. Padahal hukuman dari Allah ditimpakan kepada akibat perbuatan buruk mereka.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 15-17: Dialog Utusan dengan Kaum Antokiah
Syariat Allah SWT diajarkan para rasul kepada umatnya agar mereka dapat mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan sebenar-benarnya. Beribadah adalah tujuan utama diciptakannya jin dan manusia.
Selain itu, syariat Allah juga menjadi petunjuk dan pedoman bagi kehidupan manusia sebagai al-Khalifah fi al-Ardh agar tidak terjadi kekacauan di atas bumi. Maka dari itu, tidak jarang kita jumpai sebagian kaum mendapat peringatan dari Allah akibat perilaku buruk yang melampaui batas-batas syariat.
Al-Qur'an telah banyak mengisahkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kaum terdahulu, seperti musibah, nasib sial dan bahkan adzab. Hal tersebut juga menjadi peringatan dan pelajaran bagi kaum lainnya. Dan terkait ini kita bisa mengambil pelajaran dari kaum Antokiah tentang keluhan nasib sial.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 13-14 dan Kisah tentang Tiga Utusan yang Diingkari Ashab al-Qaryah
Allah SWT berfirman:
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” ( QS Yasin : 18 -19)
Baca juga: Surat Yasin Ayat 15-17: Dialog Utusan dengan Kaum Antokiah
Syariat Allah SWT diajarkan para rasul kepada umatnya agar mereka dapat mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan sebenar-benarnya. Beribadah adalah tujuan utama diciptakannya jin dan manusia.
Selain itu, syariat Allah juga menjadi petunjuk dan pedoman bagi kehidupan manusia sebagai al-Khalifah fi al-Ardh agar tidak terjadi kekacauan di atas bumi. Maka dari itu, tidak jarang kita jumpai sebagian kaum mendapat peringatan dari Allah akibat perilaku buruk yang melampaui batas-batas syariat.
Al-Qur'an telah banyak mengisahkan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kaum terdahulu, seperti musibah, nasib sial dan bahkan adzab. Hal tersebut juga menjadi peringatan dan pelajaran bagi kaum lainnya. Dan terkait ini kita bisa mengambil pelajaran dari kaum Antokiah tentang keluhan nasib sial.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 13-14 dan Kisah tentang Tiga Utusan yang Diingkari Ashab al-Qaryah
Allah SWT berfirman:
قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.” ( QS Yasin : 18 -19)
Lihat Juga :