Meniru Cara Menasehati Anak Berdasarkan Al-Qur'an Surat Luqman

Sabtu, 20 November 2021 - 09:16 WIB
Luqman berkata:

يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ


“Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.” (QS. Luqman: 13)

Semua perkara dalam agama itu penting, tapi dari yang penting itu ada yang lebih penting. Sehingga kita harus bisa menentukan skala prioritas di dalam memberikan pelajaran kepada anak. Perkara yang terpenting di sini adalah perkara yang berkaitan dengan akidah tauhid. Karena ini merupakan sebab manusia itu diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan sebagaimana kita sebutkan sebelumnya bahwa tugas terpenting orang tua adalah mengawal tauhid anaknya. Karena dia lahir dengan segel tauhid yang melekat pada dirinya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ


“Setiap bayi lahir dengan membawa fitrahnya (tauhid).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, di sini Luqman berpesan agar jangan melakukan syirik, baik itu syirik kecil apalagi syirik besar.

Luqman berkata:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


“Sesungguhnya kesyirikan adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman: 13)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!