Kisah Nabi Nuh dan Perempuan yang Ditinggal Mati Putranya

Minggu, 28 November 2021 - 22:19 WIB
Nabi Nuh menjawab: "Ya, satu-satunya perhatian mereka adalah cinta dunia dan sedikit yang memikirkan akhirat".

Perempuan itu berkata: "Apakah mereka berdebat/bertengkar di antara mereka sendiri tentang hal-hal yang sesederhana itu ?"

Nabi Nuh menjawab: "Sebaliknya, mereka justru memperebutkan hal-hal yang paling tidak penting itu".

Perempuan itu berkata: "Apakah mereka akan membangun gubuk untuk mereka sedangkan hidup mereka hanya dalam waktu yang singkat?"

Nabi Nuh menjawab: "Sebaliknya, mereka membangun istana untuk ratusan tahun, kemudian mereka mati dan meninggalkannya".

Perempuan itu berkata: "Jika saya harus menggantikan umat itu, saya akan menghabiskan hidup saya di bawah naungan pohon dan membangun rumah saya di ambang kuburan, dan saya akan tinggal sepanjang hidup saya bersujud kepada Tuhan yang Maha Kuasa".

Masya Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali pertolongan Allah. Demikian percakapan Nabi Nuh dan perempuan yang ditinggal mati putranya. Kisah ini memberi kita nasihat betapa usia yang singkat hendaknya dimanfaatkan untuk beribadah kepada Allah.

Apalagi dalam Hadis, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "'Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu." (HR At-Tirmidzi)

Mudah-mudahan Allah mencurahkan taufik-Nya agar kita bisa memanfaatkan usia yang sedikit ini untuk beribadah kepada Allah.

Baca Juga: Kisah Nabi Nuh dan Banjir Besar Pertama di Muka Bumi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!