Hud, Nabi Pertama dari 4 Nabi Keturunan Arab
Selasa, 30 November 2021 - 14:11 WIB
Menurut Ibu Katsir, kaum Hud adalah orang-orang Arab yang menempati ahqaf (yakni bukit-bukit berpasir) di wilayah Yaman, antara Oman dan Hadhramaut, di sebuah pemukiman yang menjorok ke laut bernama Syahr. Dan, nama lembahnya adalah Mughits.
Mereka senang tinggal di kemah-kemah dengan tonggak-tonggak yang besar, sebagaimana difirmankan Allah: “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) Ad? (yaitu) penduduk Iram yang menempati tonggak-tonggak (bangunan-bangunan) yang tinggi.” (QS Al-Fajr:6-7).
"Kaum Ad Iram, yaitu kaum Ad generasi pertama," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Adapun mengenai ciri kaum Ad generasi pertama, pada firman Allah dijelaskan, “Penduduk Iram yang menempati tonggak-tonggak (bangunan-bangunan) yang tinggi, yang belum pernah ada (dibangun suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.” (QS Al-Fajr : 7-8)
Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “belum pernah ada” adalah kabilahnya, dan ada juga yang mengatakan bangunannya. Namun, menurut Ibnu Katsir, yang paling tepat adalah kabilahnya.
Ibnu Katsir juga mengatakan bagi yang mengira bahwa Iram adalah sebuah kota yang selalu berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain, terkadang di Syam, terkadang di Yaman, terkadang di Hijaz, terkadang di negeri lainnya, maka pendapat ini tidak benar adanya, karena tidak didukung dengan dalil, tidak diperkuat dengan alasan, dan tidak disandarkan dengan bukti yang memadai.
Di sisi lain, Ibnu Katsir juga menjelaskan kaum Nabi Hud adalah kau Ad generasi pertama penyembah berhala, setelah bencana banjir di era Nabi Nuh. "Berhala yang mereka sembah berjumlah tiga buah, yaitu Sadd, Samud, dan Hera," katanya.
Dalam Tarikh Ath-Thabari juga disebutkan bahwa nama berhala yang mereka sembah adalah, Sada, Samud, dan Heba.
Baca juga: Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Saat Meninggikan Baitullah
Mereka senang tinggal di kemah-kemah dengan tonggak-tonggak yang besar, sebagaimana difirmankan Allah: “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) Ad? (yaitu) penduduk Iram yang menempati tonggak-tonggak (bangunan-bangunan) yang tinggi.” (QS Al-Fajr:6-7).
"Kaum Ad Iram, yaitu kaum Ad generasi pertama," ujar Ibnu Katsir.
Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam
Adapun mengenai ciri kaum Ad generasi pertama, pada firman Allah dijelaskan, “Penduduk Iram yang menempati tonggak-tonggak (bangunan-bangunan) yang tinggi, yang belum pernah ada (dibangun suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.” (QS Al-Fajr : 7-8)
Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “belum pernah ada” adalah kabilahnya, dan ada juga yang mengatakan bangunannya. Namun, menurut Ibnu Katsir, yang paling tepat adalah kabilahnya.
Ibnu Katsir juga mengatakan bagi yang mengira bahwa Iram adalah sebuah kota yang selalu berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain, terkadang di Syam, terkadang di Yaman, terkadang di Hijaz, terkadang di negeri lainnya, maka pendapat ini tidak benar adanya, karena tidak didukung dengan dalil, tidak diperkuat dengan alasan, dan tidak disandarkan dengan bukti yang memadai.
Di sisi lain, Ibnu Katsir juga menjelaskan kaum Nabi Hud adalah kau Ad generasi pertama penyembah berhala, setelah bencana banjir di era Nabi Nuh. "Berhala yang mereka sembah berjumlah tiga buah, yaitu Sadd, Samud, dan Hera," katanya.
Dalam Tarikh Ath-Thabari juga disebutkan bahwa nama berhala yang mereka sembah adalah, Sada, Samud, dan Heba.
Baca juga: Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Saat Meninggikan Baitullah
(mhy)
Lihat Juga :