Faedah Tolong Menolong, Tak Hanya Dibalas di Dunia Tetapi juga di Akhirat
Selasa, 30 November 2021 - 16:30 WIB
“Mudahkan urusan manusia, bantu mereka dan jangan menyulitkan orang lain.” (HR. Bukhari Muslim)
Perkara yang bisa kita bantu untuk saudara kita, maka bantulah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu di antara tingkatan iman, bahkan tingkatan iman yang paling rendah adalah:
“Menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Muslim)
Menurut dai yang rutin mengisi kajian parenting Islami tersebut, perkara tolong menolong merupakan bentuk yang sangat ringan atau sepele untuk membantu sesama. Misalnya, ada rintangan di jalan, kayu atau sejenisnya, kita singkirkan, kita membantu sesama. Maka bantuan yang kita berikan untuk manusia ini akan berbuah manis pada akhirat kelak, di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan surga dengan amalan yang sangat sederhana itu.
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary mencontohkan, ada seorang laki-laki yang menolong seekor anjing yang kehausan, lalu bagaimana menolong manusia yang kehausan? Menolong anjing yang kehausan saja berbuah surga. Seorang laki-laki melihat seekor anjing yang kehausan sampai ia menjulurkan lidahnya karena sangking hausnya, kemudian dia membuka sepatunya, menciduk air dengan sepatunya itu dan dia memberikan kepada anjing tersebut sehingga anjing itu pun selamat nyawanya:
“Allah mensyukuri perbuatannya (karena membantu sesama makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memasukkan laki-laki itu ke dalam surga.” (HR. Bukhari)
Demikian pula di dalam sebuah hadis yang lain riwayat Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang berjalan, kemudian dia melihat ada batang kayu melintang di tengah jalan, lalu ia berkata dalam hatinya:
“Demi Allah, aku akan menyingkirkan batang kayu ini dari kaum muslimin.” (HR. Muslim)
Perkara yang bisa kita bantu untuk saudara kita, maka bantulah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu di antara tingkatan iman, bahkan tingkatan iman yang paling rendah adalah:
إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
“Menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Muslim)
Menurut dai yang rutin mengisi kajian parenting Islami tersebut, perkara tolong menolong merupakan bentuk yang sangat ringan atau sepele untuk membantu sesama. Misalnya, ada rintangan di jalan, kayu atau sejenisnya, kita singkirkan, kita membantu sesama. Maka bantuan yang kita berikan untuk manusia ini akan berbuah manis pada akhirat kelak, di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan surga dengan amalan yang sangat sederhana itu.
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary mencontohkan, ada seorang laki-laki yang menolong seekor anjing yang kehausan, lalu bagaimana menolong manusia yang kehausan? Menolong anjing yang kehausan saja berbuah surga. Seorang laki-laki melihat seekor anjing yang kehausan sampai ia menjulurkan lidahnya karena sangking hausnya, kemudian dia membuka sepatunya, menciduk air dengan sepatunya itu dan dia memberikan kepada anjing tersebut sehingga anjing itu pun selamat nyawanya:
فَشَكَرَ اللَّهُ له، فأدْخَلَهُ الجَنَّةَ
“Allah mensyukuri perbuatannya (karena membantu sesama makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memasukkan laki-laki itu ke dalam surga.” (HR. Bukhari)
Demikian pula di dalam sebuah hadis yang lain riwayat Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang berjalan, kemudian dia melihat ada batang kayu melintang di tengah jalan, lalu ia berkata dalam hatinya:
وَاللهِ لَأُنَـحِّـيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ
“Demi Allah, aku akan menyingkirkan batang kayu ini dari kaum muslimin.” (HR. Muslim)
Lihat Juga :