Nabi Khidir Putra Raja yang Lahir di Gua, Saat Bayi Disusui Kambing
Jum'at, 03 Desember 2021 - 19:45 WIB
"Konon, Khidir pun harus dilahirkan dalam sebuah gua yang terletak di atas sebuah bukit, jauh dari kehidupan manusia dan sanak keluarga yang dapat membimbing dan membantu kelahirannya," ujar Mahmud.
Naas bagi ibu Nabi Khidir. Belum lama melahirkan, para penyamun datang memasuki gua tersebut. Khidir pun harus terpisah dengan ibunya.
Konon, seketika itu juga, jejak Khidir menghilang dan lenyap. Sebagian keterangan menjelaskan bahwa kemungkinan ibu Khidir terbunuh oleh kalangan penyamun tersebut.
Khidir yang masih bayi itu diselamatkan dan dipelihara oleh seorang penggembala kambing. "Banyak yang menyimpulkan bahwa pada saat masih bayi, karena terpisah dari ibu kandungnya, Khidir disusui dengan susu kambing," tulis Mahmud.
Muhammad bin Iyas al-Hanafi dalam kitabnya Badai'u azh-Zhuhur fi Waqai'i ad-Duhar menceritakan Khidir dilahirkan di sebuah gua. Ibunya memberikan susu segar kambing setiap hari ketika Khidir masih bayi. Kemudian, Khidir diambil anak oleh seorang penggembala dan dididik sampai menginjak dewasa.
Dia tumbuh menjadi anak cerdas dalam hal tulis dan membaca shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim.
Putra Firaun
Ahmad bin Ibrahim an-Naisaburi dalam kitabnya "Qashash al-Anbiya" menyebutkan nama asli Khidir adalah Balya bin Malkan bin Faligh bin Abir bin Salikh bin Arfakhsad bin Sam bin Nuh.
Silsilah nama ini berasal dari pendapat Ibnu Abbas. Menurut pendapat Ibnu Ishak, dia adalah putera al-'Ish bin Ishak bin Ibrahim alKhalil.
Berbeda dengan keduanya, an-Naghasy memiliki pendapat lain. Menurutnya, Khidir adalah putra Fir'aun.
Akan tetapi, menurut at-Thabari pendapat ini tidak valid. Sebagian ulama lain berpendapat Khidir adalah Alyasa', teman Ilyas. Pendapat ini tidak valid. Ada lagi yang berpendapat bahwa Khidir adalah Armiya'. Sayang, pendapat ini pun tidak valid.
Naas bagi ibu Nabi Khidir. Belum lama melahirkan, para penyamun datang memasuki gua tersebut. Khidir pun harus terpisah dengan ibunya.
Konon, seketika itu juga, jejak Khidir menghilang dan lenyap. Sebagian keterangan menjelaskan bahwa kemungkinan ibu Khidir terbunuh oleh kalangan penyamun tersebut.
Khidir yang masih bayi itu diselamatkan dan dipelihara oleh seorang penggembala kambing. "Banyak yang menyimpulkan bahwa pada saat masih bayi, karena terpisah dari ibu kandungnya, Khidir disusui dengan susu kambing," tulis Mahmud.
Muhammad bin Iyas al-Hanafi dalam kitabnya Badai'u azh-Zhuhur fi Waqai'i ad-Duhar menceritakan Khidir dilahirkan di sebuah gua. Ibunya memberikan susu segar kambing setiap hari ketika Khidir masih bayi. Kemudian, Khidir diambil anak oleh seorang penggembala dan dididik sampai menginjak dewasa.
Dia tumbuh menjadi anak cerdas dalam hal tulis dan membaca shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim.
Putra Firaun
Ahmad bin Ibrahim an-Naisaburi dalam kitabnya "Qashash al-Anbiya" menyebutkan nama asli Khidir adalah Balya bin Malkan bin Faligh bin Abir bin Salikh bin Arfakhsad bin Sam bin Nuh.
Silsilah nama ini berasal dari pendapat Ibnu Abbas. Menurut pendapat Ibnu Ishak, dia adalah putera al-'Ish bin Ishak bin Ibrahim alKhalil.
Berbeda dengan keduanya, an-Naghasy memiliki pendapat lain. Menurutnya, Khidir adalah putra Fir'aun.
Akan tetapi, menurut at-Thabari pendapat ini tidak valid. Sebagian ulama lain berpendapat Khidir adalah Alyasa', teman Ilyas. Pendapat ini tidak valid. Ada lagi yang berpendapat bahwa Khidir adalah Armiya'. Sayang, pendapat ini pun tidak valid.
Lihat Juga :