Kalimat Bismillah dalam Al-Qur'an, Ini Pendapat 4 Mazhab
Minggu, 05 Desember 2021 - 17:10 WIB
1. Termasuk Ayat Qur'an
Basmalah di antara sela-sela surat itu termasuk ayat Al-Qur'an yang unik. Karena meski menempel dengan suatu surat, namun dianggap tidak menginduk kepada surat itu. Setidaknya basmalah itu tidak mendapatkan nomor ayat di dalam surat itu.
Yang berpendapat seperti ini umumnya adalah para ulama di kalangan Mazhab Syafi'i. Sedangkan di kalangan sahabat antara lain Ibnu Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Az-Zubair, dan Abu Hurairah. Di level tabiin ada Atha', Thawus, Said bin Jubair, Makhul dan Az-Zuhri.
Ini juga merupakan pendapat ulama Mekkah dan Kufah. Di level ulama mazhab didukung oleh mazhab Hambali, Abu Hanifah, Al-Auza'i, Sufyan Ats-Tsauri, Abdulla bin Mubarak dan IShak bin Rahawaih. Dasar hujjahnya bahwa lafadz Basmalah di mushaf Utsmani tertulis di setiap awal surat.
2. Bukan Ayat Qur'an
Yang berpendapat seperti ini adalah para Qurra' Madinah, Bashrah dan Syam. Termasuk juga Imam Malik dan Abdullah bin Ma'bad. Konon yang menisbahkan pendapat ini kepada Imam Abu Hanifah dan Al-Auza'i.
Dasar pendapat ini menurut Imam Malik karena di Masjid Nabawi tidak pernah imam mengawali Fatihah dengan basmalah. Lagian kalau pun mau dipaksakan juga sebagai Al-Qur'an, seharusnya tidak ada khilafiyah. Karena Al-Qur'an itu bersifat mutawatir. Padahal, keberadaan basmalah ini menjadi urusan khilafiyah antara yang setuju sebagai Al-Qur'an dengan yang tidak setuju.
Baca Juga: Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui Orang
Basmalah di antara sela-sela surat itu termasuk ayat Al-Qur'an yang unik. Karena meski menempel dengan suatu surat, namun dianggap tidak menginduk kepada surat itu. Setidaknya basmalah itu tidak mendapatkan nomor ayat di dalam surat itu.
Yang berpendapat seperti ini umumnya adalah para ulama di kalangan Mazhab Syafi'i. Sedangkan di kalangan sahabat antara lain Ibnu Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Az-Zubair, dan Abu Hurairah. Di level tabiin ada Atha', Thawus, Said bin Jubair, Makhul dan Az-Zuhri.
Ini juga merupakan pendapat ulama Mekkah dan Kufah. Di level ulama mazhab didukung oleh mazhab Hambali, Abu Hanifah, Al-Auza'i, Sufyan Ats-Tsauri, Abdulla bin Mubarak dan IShak bin Rahawaih. Dasar hujjahnya bahwa lafadz Basmalah di mushaf Utsmani tertulis di setiap awal surat.
2. Bukan Ayat Qur'an
Yang berpendapat seperti ini adalah para Qurra' Madinah, Bashrah dan Syam. Termasuk juga Imam Malik dan Abdullah bin Ma'bad. Konon yang menisbahkan pendapat ini kepada Imam Abu Hanifah dan Al-Auza'i.
Dasar pendapat ini menurut Imam Malik karena di Masjid Nabawi tidak pernah imam mengawali Fatihah dengan basmalah. Lagian kalau pun mau dipaksakan juga sebagai Al-Qur'an, seharusnya tidak ada khilafiyah. Karena Al-Qur'an itu bersifat mutawatir. Padahal, keberadaan basmalah ini menjadi urusan khilafiyah antara yang setuju sebagai Al-Qur'an dengan yang tidak setuju.
Baca Juga: Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui Orang
(rhs)
Lihat Juga :