Doa Mengusap Wajah Selepas Sholat, Fadhilahnya Dipelihara dari Kesedihan

Minggu, 12 Desember 2021 - 20:57 WIB
Mengusap wajah sembari berdoa setelah sholat termasuk hal yang dianjurkan. Foto/dok fikroh
Dalam Kitab I'anah Ath-Thalibin disebutkan anjuran mengusap wajah setelah sholat berikut doanya. Siapa yang mengamalkannya akan mendapat fadhilah dipelihara dari kesedihan.

Imam Nawawi dalam Kitabnya Al-Adzkar juga meriwayatkan hadis dalam Kitab Ibnus Sunni dari Sahabat Anas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalllam apabila selesai melaksanakan sholat, beliau mengusap wajahnya dengan tangan kanannya lalu berdoa:

بسم الله الرحمن الرحيم, بسم الله الذي لا إله إلا هو الرحمن الرحيم, اللهم أذهب عني الهم والحزن


Bismillahir Rahmanir Rahim, Bismillahilladzi la ilaha illaa Huwar Rahmanir Rahiim, Allahumma Adzhib 'Annil hamma wal hazan.

Artinya:

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan selainnya Dialah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Ya Allah jauhkanlah diriku dari kegelisahan (kejenuhan/sumpek) dan kesedihan. (Riwayat Imam Al-Khatib)

Tata caranya, setelah memberi salam ketika sholat, usapkan telapak tangan kanan ke wajah sembari membaca doa di atas. Keutamaan doa dapat menjauhkan diri dari musibah, keraguan, kegelisahan dan perasaan tidak tenteram yang membuat diri merasa sedih atau berduka.

Wallahu A'lam

(rhs)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?  Para sahabat menjawab: Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.

(HR. Muslim No. 4678)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More