Kisah Nebukadnezar Jadikan Budak Puluhan Ribu Keturunan Nabi Ya'qub dan Nabi Sulaiman
Jum'at, 17 Desember 2021 - 20:15 WIB
Dialog Nebukhadnezar dengan Armiya
Wahab bin Munabbih mengatakan setelah Nebukhadnezar melakukan aksi penyerangannya mereka berkata: “Kaum Bani Israil yang engkau serang itu memiliki seorang tokoh spiritual yang bernama Armiya."
"Ia telah memperingatkan kaumnya perihal dirimu yang melakukan penyerangan kepada mereka, melakukan pembunuhan massal, menghancurkan masjid-masjid dan tempat ibadah mereka, tetapi mereka mendustai dirinya, mengintimidasi, memukul, dan menjebloskannya ke dalam penjara."
Mendengar informasi itu, Nebukhadnesar segera memerintahkan agar Armiya dibebaskan dari penjara.
Setelah Armiya dikeluarkan dari penjara, Bukhtanashar bertanya: "Apakah engkau telah memperingatkan kaummu itu tentang bencana yang akan menimpa mereka?”
Armiya menjawab: "Ya”
Nebukhadnesar berkata: "Sungguh, aku mengetahui hal itu."
Armiya berkata: “Allah telah mengutus aku kepada mereka, tetapi mereka mendustai diriku."
Nebukhadnesar berkata: "Apakah mereka mendustaimu, memukulmu, dan menjebloskan dirimu ke penjara?"
Armiya menjawab: “Ya.
Nebukhadnesar berkata: “Seburuk-buruk kaum adalah kaum yang mendustai nabi mereka dan mendustai risalah Tuhan mereka. Maukah engkau ikut denganku? Aku akan memuliakan dirimu dan memenuhi segala keperluanmu. Atau, jika engkau lebih suka menetap di negerimu maka aku sungguh-sungguh akan menjamin keamanan dirimu."
Armiya berkata kepada Nebukhadnesar: "Sungguh, aku senantiasa berada dalam perlindungan Allah selama aku tidak menyimpang dari ajaran-Nya sesaat pun. Seandainya Bani Israil tidak menyimpang dari ajaran-Nya, niscaya mereka tidak takut kepadamu dan kepada yang lainnya. Engkau tidak dapat menguasai mereka."
Setelah mendengar jawaban Armiya itu, Bukhtanashar segera meninggalkan Armiya seorang diri di wilayah Iliya (Yerusalem)'.
Ibnu Katsir mengatakan konteks cerita ini adalah gharib (asing). Di dalamnya mengandung berbagai macam hikmah, pengajaran, dan nasihat yang sangat berharga.
Baca juga: 5 Perkara: Tugas Nabi Yahya untuk Disampaikan kepada Bani Israil
Wahab bin Munabbih mengatakan setelah Nebukhadnezar melakukan aksi penyerangannya mereka berkata: “Kaum Bani Israil yang engkau serang itu memiliki seorang tokoh spiritual yang bernama Armiya."
"Ia telah memperingatkan kaumnya perihal dirimu yang melakukan penyerangan kepada mereka, melakukan pembunuhan massal, menghancurkan masjid-masjid dan tempat ibadah mereka, tetapi mereka mendustai dirinya, mengintimidasi, memukul, dan menjebloskannya ke dalam penjara."
Mendengar informasi itu, Nebukhadnesar segera memerintahkan agar Armiya dibebaskan dari penjara.
Setelah Armiya dikeluarkan dari penjara, Bukhtanashar bertanya: "Apakah engkau telah memperingatkan kaummu itu tentang bencana yang akan menimpa mereka?”
Armiya menjawab: "Ya”
Nebukhadnesar berkata: "Sungguh, aku mengetahui hal itu."
Armiya berkata: “Allah telah mengutus aku kepada mereka, tetapi mereka mendustai diriku."
Nebukhadnesar berkata: "Apakah mereka mendustaimu, memukulmu, dan menjebloskan dirimu ke penjara?"
Armiya menjawab: “Ya.
Nebukhadnesar berkata: “Seburuk-buruk kaum adalah kaum yang mendustai nabi mereka dan mendustai risalah Tuhan mereka. Maukah engkau ikut denganku? Aku akan memuliakan dirimu dan memenuhi segala keperluanmu. Atau, jika engkau lebih suka menetap di negerimu maka aku sungguh-sungguh akan menjamin keamanan dirimu."
Armiya berkata kepada Nebukhadnesar: "Sungguh, aku senantiasa berada dalam perlindungan Allah selama aku tidak menyimpang dari ajaran-Nya sesaat pun. Seandainya Bani Israil tidak menyimpang dari ajaran-Nya, niscaya mereka tidak takut kepadamu dan kepada yang lainnya. Engkau tidak dapat menguasai mereka."
Setelah mendengar jawaban Armiya itu, Bukhtanashar segera meninggalkan Armiya seorang diri di wilayah Iliya (Yerusalem)'.
Ibnu Katsir mengatakan konteks cerita ini adalah gharib (asing). Di dalamnya mengandung berbagai macam hikmah, pengajaran, dan nasihat yang sangat berharga.
Baca juga: 5 Perkara: Tugas Nabi Yahya untuk Disampaikan kepada Bani Israil
(mhy)
Lihat Juga :