Ibadah Haji, Ziarah Terbesar di Dunia yang Merangkul Perbedaan Manusia

Sabtu, 18 Desember 2021 - 06:44 WIB
Prof Amin mengatakan, tidak berlebihan jika ibadah haji menjadi ritual keagamaan paling fenomenal dalam dunia modern. Meskipun penganut agama lain memiliki ritual ziarah senada, jumlah umat yang berkumpul di satu tempat tidak sebanyak dalam ibadah haji.

Prof Amin menyebut, ibadah haji seolah perjalanan menyongsong kematian. Prof Amin menjadi saksi sejarah tragedi tahun 1990 di terowongan Mina dimana 1.426 jemaah haji meninggal dunia akibat tabrakan arus jemaah yang berjalan kaki dari dan ke tempat pelontaran jumrah di Mina.

“Saya hampir terkena musibah tersebut. Alhamdulillah, dapat terhindar dari musibah setelah menerobos turun keluar dari jembatan menghindari berdesakannya lautan manusia,” ujarnya.

Tradisi Universal

Prof Amin mengatakan ibadah haji pada dasarnya bagian dari tradisi perjalanan spiritual yang universal. Dia mengingat perjalanannya ke kompleks peribadatan dan pendidikan agama Budha di daerah perbukitan di luar kota Chiang Mai, Thailand, atau saat mengunjungi makam Santo Paulus di Roma, Italia. Di dua tempat itu, dia bisa merasakan suasana khusyuk dan khidmat dari para peziarah lain seperti yang dia rasakan saat mengunjungi makam Nabi Muhammad SWT di Madinah atau tempat ziarah lain di Mekah.

“Rasa khusyuk dan khidmat saya rasakan tanpa sama sekali mengubah akidah dan keyakinan saya sebagai seorang Muslim yang taat,” kata Prof Amin.

Menurutnya, pemaknaan yang tepat akan ritual ibadah haji seharusnya membawa seseorang kepada toleransi beragama. Semua tradisi ziarah pada dasarnya berimplikasi kepada pembangunan kemanusiaan yaitu solidaritas dan saling menolong sebagai sesama makhluk Tuhan.

“Apa yang diharapkan dari ibadah haji? Harapan utama adalah haji mabrur, haji yang dapat membawa perubahan yang baik dalam kehidupan,” kata Prof Amin.

Sementara itu, Chair Bridge Projects, Roberta Green Ahmanson, mengatakan pameran bersama “We Are All Guest Here” adalah bagian dari program pertunjukan festival Yahudi, Sukkot, atau Hari Raya Pondok Daun, yang dimulai pada hari ke-15 bulan ke-7 dalam kalender Ibrani.

Festival itu diperingati umat Yahudi sebagai masa pengembaraan di Gurun Sinai ketika Musa memimpin mereka ke luar dari Mesir menuju Kanaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!