Langit dan Bumi Dulunya Bersatu Sebelum Terpisah, Ini Penjelasan Al-Qur'an (1)

Senin, 27 Desember 2021 - 23:01 WIB
Langit dan bumi yang dulunya menyatu kemudian terpecah menjadi tujuh lapisan (bagian). Foto/dok SINDOnews
Kemajuan ilmu pengetahuan seharusnya mengantarkan manusia kepada keimanan seperti yang diajarkan A l-Qur'an. Allah dengan sifat kesempurnaan-Nya menjelaskan bagaimana alam semesta ini diciptakan dengan keseimbangan.

Seperti fenomena langit dan bumi yang dulunya menyatu, kemudian terpisah dan terpecah menjadi tujuh lapisan (bagian). Namun, orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dulunya menyatu. Mari kita simak firman Allah dalam Surat Al-Anbiya berikut:

اَوَلَمۡ يَرَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ كَانَـتَا رَتۡقًا فَفَتَقۡنٰهُمَا‌ ؕ وَجَعَلۡنَا مِنَ الۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ ؕ اَفَلَا يُؤۡمِنُوۡنَ


"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya Ayat 30)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah Ta'ala berfirman mengingatkan tentang keesaan-Nya yang sempurna dan kerajaan-Nya yang agung. "Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya adalah bersatu lalu berpecah-belah? Maka langit menjadi tujuh dan bumi menjadi tujuh serta antara langit dan bumi dipisahkan oleh udara.

Kemudian Allah menurunkan hujan dari langit dan tanah pun menumbuhkan tanam-tanaman. Untuk itu, Dia berfirman: "Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?", yaitu mereka menyaksikan berbagai makhluk, satu kejadian secara nyata. Semua itu adalah bukti tentang adanya Maha Pencipta yang berbuat secara bebas lagi Maha Kuasa atas apa yang dikehendaki-Nya. (Katsir, 2004)

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari ayahnya, dari Ikrimah, bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya, "Apakah pada permulaannya penciptaan malam lebih dahulu, ataukah siang lebih dahulu?"

Ibnu Abbas menjawab: "Bagaimanakah menurut kalian, langit dan bumi saat keduanya masih menjadi satu, tentu di antara keduanya tiada lain kecuali hanya kegelapan. Demikian itu agar kalian mengetahui bahwa malam itu terjadi sebelum siang."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abu Hamzah, telah menceritakan kepada kami Hatim dari Hamzah ibnu Abu Muhammad, dari Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepadanya menanyakan langit dan bumi yang dahulunya suatu yang padu, lalu Allah memisahkan keduanya.

Ibnu Umar berkata, "Pergilah kepada syekh itu, lalu tanyakanlah kepadanya, kemudian datanglah kamu kemari dan ceritakanlah kepadaku apa yang telah dikatakannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!