Kisah Imam Abu Yazid Al-Busthami dan WC Umum

Selasa, 09 Juni 2020 - 20:15 WIB
Ustaz Miftah el-Banjari, Dai lulusan Kairo Mesir yang juga pakar ilmu Linguistik Arab. Foto/Istimewa
Ustaz DR Miftah el-Banjary

Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Suatu hari, Imam Abu Yazid Al-Busthami , salah seorang tokoh pembesar sufi kelahiran tahun 188 H (804 Masehi) berjalan-jalan ke pasar. Ketika berada di pasar, beliau sakit perut dan ingin qadha hajat. Beliau segera menuju WC umum di pasar itu. Namun, oleh penjaganya WC umum itu harus berbayar alias tidak gratis.

Imam Abu Yazid yang uangnya sudah habis di saku meminta diiizinkan oleh si penjaga masuk ke dalam WC. Ia berjanji akan membayar keesokan harinya. Sebab, hari itu uang beliau sudah habis. Tapi, oleh si penjaganya beliau malah dibentak-bentak dan dimarahi.

"Hei orang tua, ini WC umum berbayar. Jika kamu tidak punya uang, tidak perlu kau masuk ke dalam sana," kata si penjaganya kasar. (Baca Juga: Abu Yazid, Seekor Anjing, dan Muridnya)



"Aku sangat berhajat dengan tempat ini, bolehkah aku masuk hari ini dan aku bayar keesokan harinya," pinta Imam Yazid.

"Hari ini kau punya uang, hari ini kau boleh memasukinya. Jika kau punya uang besok, berarti baru esok hari kau boleh memasukinya!" kata si penjaga WC itu kasar sembari mendorong tubuh Abu Yazid al-Busthami hingga tersungkur ke tanah.

Saat tersungkur itulah, Imam Abu Yazid menangis. Sembari menangis beliau berkata:

"Duhai Allah. Betapa aku tahu bahwa tidak ada tempat yang paling hina di muka bumi ini, kecuali tempat qadha hajat ini, tempat kotoran manusia yang sangat menjijikkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!