Kategori Dosa Suami pada Istri yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis

Selasa, 04 Januari 2022 - 13:23 WIB
Sudah banyak contoh para suami yang tak malu menelantarkan istrinya tanpa uang nafkah atau uang belanja sama sekali, Padahal hal ini merupakan dosa yang luar biasa. Bayangkan seorang wanita yang telah rela meninggalkan kedua orang tuanya untuk hidup mengabdi pada suami. Bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk sang suami, namun diperlakukan seperti binatang peliharaan yang terabaikan dengan tidak diberi nafkah lahir sebagaimana hukum suami pelit menafkahi istri. Sungguh suami telah berbuat dosa besar jika melakukan hal ini.

Rasululluah bersabda, "Seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,” (HR.Abu Dawud , Muslim, Ahmad, dan Thabarani ).

4. Membiarkan istri bekerja untuk menafkahi suami

Saat ini banyak istri yang memilih untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Namun hal ini tentu tidak bisa menjadi alasan bagi suami untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan rumah tangga dalam hal mencari nafkah. Terlebih lagi jika suami malah memilih bersantai, cuek dan membiarkan istri yang bekerja. ”Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita,“(HR.Ahmad, Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i).

5. Suami yang memiliki perasaan benci kepada istri

Tentunya memiliki sifat benci terhadap istri merupakan salah satu bentuk dosa suami terhadap istri. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam telah mengingatkan akan hal ini melalui hadis berikut :

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,” (HR. Muslim).

6. Enggan membantu istri dalam pekerjaan rumah

Tidak sedikit suami yang tidak mau membantu pekerjaan domestik rumah tangga, padahal Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sendiri telah mencontohkan untuk membantu istri dalam persoalan rumahan sekalipun. “Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan isterinya dan jika datang waktu shalat, maka beliau pun keluar untuk shalat,” (HR. Bukhari).

7. Menyebarluaskan aib istri

Aib istri tentu juga merupakan aib suami yang harus ditutupi, bukan yang harus disebarluaskan, sebab jika demikian maka suami telah melakukan dosa terhadap istri. Begini bunyi hadisnya, “Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya,” (HR. Muslim).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!