Arwa binti Abdul Muthalib, Juru Dakwah Nabi SAW yang Kuat Argumentasinya
Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:11 WIB
Di antara sifat terpuji Arwa binti Abdul Muthalib adalah jujur dan amanah. Ia juga termasuk juru dakwah dari kalangan kaum wanita. Dan ia seorang da’i wanita yang kuat argumentasinya. Di masa jahiliyah, Arwa adalah salah seorang wanita yang utama. Dan ia telah mengetahui kemuliaan Islam di awal agama ini didakwahkan. Kita lihat bagaimana ia berdialog dengan anaknya. Kemudian terlihat juga saat ia menghadapi Abu Lahab.
Setelah ia memeluk Islam, tampak jelas hubungan yang erat antara dirinya dengan dua orang saudarinya, Shafiyyah. Keduanya memeluk Islam dan turut berhijrah ke Madinah. Dan kita sudah bisa menangkap bagaimana kedekatannya dengan saudari-saudari saat ia didakwahi anaknya untuk memeluk Islam, ia mengatakan, “Aku menunggu apa yang akan dilakukan saudari-saudari perempuanku. Lalu aku akan mengikuti mereka.”
Suatu hari Abu Jahal dan sejumlah orang Quraisy mengganggu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. lalu Thulaib bin Umair bergegas menuju Abu Jahal dan memukulnya hingga terluka. Ia tarik dengan kuar musuh Allah ini. Lalu di belakangnya berdiri pamannya Abu Lahab. Ia melerai perkelahian itu.
Abu Lahab berkata kepada Arwa, “Coba lihat anakmu, Thulaib. Ia korbankan dirinya membela Muhammad”! Arwa menjawab, “Hari terbaiknya adalah hari dimana ia membela putra pamannya sendiri. Apalagi dia membawa kebenaran dari sisi Allah.”
Lalu orang-orang berkata, “Kau telah mengikuti Muhammad”!? “Iya”, jawab Arwa.
Abu Lahab berkata, “Aku heran denganmu dan keputusanmu mengikuti Muhammad. Kau malah meninggalkan agama Abdul Muthalib (ayah kita).” Arwa menjawab, “Itulah realitanya. Ayo berdiri dan bela juga putra saudaramu ini. Kalau sampai nanti dakwahnya ini diterima banyak orang, engkau turut dalam kebaikan bersama dengannya. Kalau kau membelanya, kau telah berbuat sesuatu terhadap putra saudaramu.”
Abu Lahab berkata, “Apakah kita mampu melawan seluruh orang Arab? Muhammad ini membawa ajaran baru.” Lalu Abu Lahab pergi.
Kemudian ia hijrah menuju Madinah dan berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Arwa binti Abdul Muthalib wafat pada tahun 15 Hijriah di masa pemerintahan Umar bin al-Khattab.
Baca juga: Hukum Pelakor dan Wanita yang Menawarkan Diri untuk Dinikahi Dalam Islam
Wallahu A'lam
Setelah ia memeluk Islam, tampak jelas hubungan yang erat antara dirinya dengan dua orang saudarinya, Shafiyyah. Keduanya memeluk Islam dan turut berhijrah ke Madinah. Dan kita sudah bisa menangkap bagaimana kedekatannya dengan saudari-saudari saat ia didakwahi anaknya untuk memeluk Islam, ia mengatakan, “Aku menunggu apa yang akan dilakukan saudari-saudari perempuanku. Lalu aku akan mengikuti mereka.”
Suatu hari Abu Jahal dan sejumlah orang Quraisy mengganggu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. lalu Thulaib bin Umair bergegas menuju Abu Jahal dan memukulnya hingga terluka. Ia tarik dengan kuar musuh Allah ini. Lalu di belakangnya berdiri pamannya Abu Lahab. Ia melerai perkelahian itu.
Abu Lahab berkata kepada Arwa, “Coba lihat anakmu, Thulaib. Ia korbankan dirinya membela Muhammad”! Arwa menjawab, “Hari terbaiknya adalah hari dimana ia membela putra pamannya sendiri. Apalagi dia membawa kebenaran dari sisi Allah.”
Lalu orang-orang berkata, “Kau telah mengikuti Muhammad”!? “Iya”, jawab Arwa.
Abu Lahab berkata, “Aku heran denganmu dan keputusanmu mengikuti Muhammad. Kau malah meninggalkan agama Abdul Muthalib (ayah kita).” Arwa menjawab, “Itulah realitanya. Ayo berdiri dan bela juga putra saudaramu ini. Kalau sampai nanti dakwahnya ini diterima banyak orang, engkau turut dalam kebaikan bersama dengannya. Kalau kau membelanya, kau telah berbuat sesuatu terhadap putra saudaramu.”
Abu Lahab berkata, “Apakah kita mampu melawan seluruh orang Arab? Muhammad ini membawa ajaran baru.” Lalu Abu Lahab pergi.
Kemudian ia hijrah menuju Madinah dan berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Arwa binti Abdul Muthalib wafat pada tahun 15 Hijriah di masa pemerintahan Umar bin al-Khattab.
Baca juga: Hukum Pelakor dan Wanita yang Menawarkan Diri untuk Dinikahi Dalam Islam
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :