2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
Senin, 24 Januari 2022 - 06:28 WIB
Dalam Al-Quran disebutkan dua jenis sifat akal manusia, yakni akal yang dipuji dan akal yang dicela. Foto ilustrasi/ist
Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan, Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an memuji akal (pemahaman agama yang benar) dan orang yang berakal (orang yang bisa memahami petunjuk Allah). Sebaliknya, banyak ayat Al-Qur’an mencela orang yang tidak punya akal (yang tidak bisa memahami petunjuk Allah dengan pemahamannya).
Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS al-Hajj :46)
Baca juga: Hakikat Tobat adalah Perbuatan Akal, Hati, dan Tubuh Sekaligus
Sebaliknya, Allah juga memberitakan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang tidak punya akal inilah yang akan menjadi penghuni neraka, karena mereka tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang ucapkan penghuni neraka setelah masuk neraka:
“Dan mereka berkata: ‘Seandainya dulu kami di dunia mau mendengarkan dan mau menggunakan akal kami untuk memahami petunjuk Allah, maka mestinya sekarang kami tidak termasuk kedalam penghuni neraka yang menyala-nyala.’” (QS. Al-Mulk :10)
Penghuni neraka adalah orang yang tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami dan mendengarkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka akal yang dipuji dalam banyak ayat Al-Qur’an, menurut Ustadz Abdullah Taslim MA, dai lulusan Universitas Islam Madinah ini, merupakan alat semua ilmu, sekaligus merupakan penimbang atau pengukur atau penilai untuk mengenal mana yang benar dan mana yang salah dari ilmu tersebut.
Kita mengenal mana pendapat yang kuat dan mana yang lemah, sekaligus akal ini adalah sebagai cermin untuk kita bisa melihat mana yang baik atau indah dan mana yang buruk. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan:
Seseorang yang punya akal sehat akan bisa mengambil manfaat dari wejangan dan petunjuk al-Quran. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS al-Hajj :46)
Baca juga: Hakikat Tobat adalah Perbuatan Akal, Hati, dan Tubuh Sekaligus
Sebaliknya, Allah juga memberitakan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang tidak punya akal inilah yang akan menjadi penghuni neraka, karena mereka tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang ucapkan penghuni neraka setelah masuk neraka:
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Dan mereka berkata: ‘Seandainya dulu kami di dunia mau mendengarkan dan mau menggunakan akal kami untuk memahami petunjuk Allah, maka mestinya sekarang kami tidak termasuk kedalam penghuni neraka yang menyala-nyala.’” (QS. Al-Mulk :10)
Penghuni neraka adalah orang yang tidak menggunakan pendengaran dan akalnya untuk memahami dan mendengarkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maka akal yang dipuji dalam banyak ayat Al-Qur’an, menurut Ustadz Abdullah Taslim MA, dai lulusan Universitas Islam Madinah ini, merupakan alat semua ilmu, sekaligus merupakan penimbang atau pengukur atau penilai untuk mengenal mana yang benar dan mana yang salah dari ilmu tersebut.
Kita mengenal mana pendapat yang kuat dan mana yang lemah, sekaligus akal ini adalah sebagai cermin untuk kita bisa melihat mana yang baik atau indah dan mana yang buruk. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan:
Lihat Juga :