DMI dan Pimpinan Pesantren Siapkan 70% Pemimpin Muda dari Cendikiawan Muslim di 2030
Sabtu, 05 Februari 2022 - 20:18 WIB
Wakil Ketua DMI Komjen Pol (Purn) Syafruddin menggelar silaturahim dengan para kiai pengasuh pondok pesantren modern dan tradisional. FOTO/IST
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin menggelar silaturahim dengan para kiai pengasuh pondok pesantren modern dan tradisional. Silaturahim sendiri digelar di Kantor Pusat DMI, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Sabtu (5/2/2022) sore.
Dalam kesempatan itu, Syafruddin mengajak para kiai pengasuh pondok pesantren modern dan tradisional yang hadir untuk mempersiapkan para santri menjadi cendikiawan muslim guna menyongsong bonus demografi di 2030. "Para santri akan menduduki sentral-sentral seluruh aspek kehidupan bukan hanya di dakwah, bukan hanya tentang agama, tapi di bidang ekonomi, sosial dan masyarakat," kata Syafruddin dalam sambutannya.
Syafruddin menjelaskan, jika cendikiawan muslim tidak hanya berbicara soal dakwah. Hal ini, kata Syafruddin lantaran, 70% pemimpin di 2030 merupakan anak muda. "Cendikiawan itu bukan hanya dakwah, bukan hanya kiai tapi kiai ahli ekonomi. Kiai ahli pertanian itu Rektor IPB (Arif Satria) beliau menajdi ketua ICMI sekarang," kata Syafruddin.
Baca juga: Cerita JK Pindah-pindah Kantor Dewan Masjid Indonesia
Sementaran itu, Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Gus Lukman menilai, apa yang disampaikan oleh Syafruddin sangat penting. "Ini (cendkiawan muslim) menjadi penting ke depan santri ahli ekonomi dan sosial," katanya.
Ia menegaskan, apa yang disampaikan Syafruddin untuk menjadikan para santri cendikiawan muslim bukan hal yang mustahil. "Itu tidak mustahil," katanya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Taliwang NTB Zulkifli Muhadli, Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Pengasuh Pondok Pesantren Termas, Pacitan Jawa Timur KH Luqman Hakim Haris Dimyati, Presiden Perhimpunan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (P3i) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kuningan Jawa Barat KH Tata Taufik.
Selain itu hadir, Ketua Umum Forum Silaturahim Kiai-kiai Muda (FSKM) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah I Brebes Jawa Tengah Gus Akomadhien Sofa, Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Banten Rrs KH Anang Azhari Ali dan Sekjen FPAG Pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang Jawa Tengah KH Anang Rikza Masyhadi hingga Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta KH Sofwan Manaf.
Baca juga: Program Bansos Catut Dewan Masjid Indonesia, Polisi Cari Unsur Pidana dan Bidik Pelaku
Dalam kesempatan itu, Syafruddin mengajak para kiai pengasuh pondok pesantren modern dan tradisional yang hadir untuk mempersiapkan para santri menjadi cendikiawan muslim guna menyongsong bonus demografi di 2030. "Para santri akan menduduki sentral-sentral seluruh aspek kehidupan bukan hanya di dakwah, bukan hanya tentang agama, tapi di bidang ekonomi, sosial dan masyarakat," kata Syafruddin dalam sambutannya.
Syafruddin menjelaskan, jika cendikiawan muslim tidak hanya berbicara soal dakwah. Hal ini, kata Syafruddin lantaran, 70% pemimpin di 2030 merupakan anak muda. "Cendikiawan itu bukan hanya dakwah, bukan hanya kiai tapi kiai ahli ekonomi. Kiai ahli pertanian itu Rektor IPB (Arif Satria) beliau menajdi ketua ICMI sekarang," kata Syafruddin.
Baca juga: Cerita JK Pindah-pindah Kantor Dewan Masjid Indonesia
Sementaran itu, Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Gus Lukman menilai, apa yang disampaikan oleh Syafruddin sangat penting. "Ini (cendkiawan muslim) menjadi penting ke depan santri ahli ekonomi dan sosial," katanya.
Ia menegaskan, apa yang disampaikan Syafruddin untuk menjadikan para santri cendikiawan muslim bukan hal yang mustahil. "Itu tidak mustahil," katanya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Taliwang NTB Zulkifli Muhadli, Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Pengasuh Pondok Pesantren Termas, Pacitan Jawa Timur KH Luqman Hakim Haris Dimyati, Presiden Perhimpunan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (P3i) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kuningan Jawa Barat KH Tata Taufik.
Selain itu hadir, Ketua Umum Forum Silaturahim Kiai-kiai Muda (FSKM) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah I Brebes Jawa Tengah Gus Akomadhien Sofa, Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Banten Rrs KH Anang Azhari Ali dan Sekjen FPAG Pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang Jawa Tengah KH Anang Rikza Masyhadi hingga Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta KH Sofwan Manaf.
Baca juga: Program Bansos Catut Dewan Masjid Indonesia, Polisi Cari Unsur Pidana dan Bidik Pelaku
Lihat Juga :