5 Bahaya Sifat Boros dan Berlebihan, Nomor 4 Dampaknya Mengerikan
Minggu, 13 Februari 2022 - 05:15 WIB
Perbedaan tersebut dapat dilihat berdasarkan pengertian, bahaya yang ditimbulkan, dan bentuk perilaku nyata di lapangan. Tabdzir atau boros diartikan sebagai penggunaan harta pada sesuatu yang tidak perlu dan tidak sesuai syariat. Pelaku tabdzir biasa disebut dengan mubadzir.
Dari Aisyah Rhadiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam pernah melihat Aisyah memakai dua gelang emas.
Rasulullah bersabda : "Maukah aku beri tahu tentang sesuatu yang lebih baik daripada (dua gelang emas) ini? Seandainya engkau melepasnya, dan engkau jadikan menjadi dua gelang yang terbuat dari perak, kemudian engkau celup dengan za'faron (kunyit), niscaya itu lebih baik".
Sedangkan israf diartikan sebagai sikap yang hanya menuruti apa yang diinginkan oleh hati, berlebih-lebihan, hingga melampaui batas dalam hal harta maupun ibadah. Sikap israf biasanya menghinggapi orang-orang yang tidak pernah ikhlas dan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.
Dari Mu'adz bin Anas diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda :
"Barang siapa meninggalkan pakaian (mewah) karena tawadhu kepada Allah, padahal ia mampu untuk membelinya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat nanti di hadapan seluruh mahluk. Bahkan ia disuruh memilih perhiasan iman mana pun yang ingin dikenakannya".
Baca juga: 11 Nasihat Ulama untuk Kaum Muslimah
Wallahu A'lam
Dari Aisyah Rhadiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam pernah melihat Aisyah memakai dua gelang emas.
Rasulullah bersabda : "Maukah aku beri tahu tentang sesuatu yang lebih baik daripada (dua gelang emas) ini? Seandainya engkau melepasnya, dan engkau jadikan menjadi dua gelang yang terbuat dari perak, kemudian engkau celup dengan za'faron (kunyit), niscaya itu lebih baik".
Sedangkan israf diartikan sebagai sikap yang hanya menuruti apa yang diinginkan oleh hati, berlebih-lebihan, hingga melampaui batas dalam hal harta maupun ibadah. Sikap israf biasanya menghinggapi orang-orang yang tidak pernah ikhlas dan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.
Dari Mu'adz bin Anas diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah bersabda :
"Barang siapa meninggalkan pakaian (mewah) karena tawadhu kepada Allah, padahal ia mampu untuk membelinya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat nanti di hadapan seluruh mahluk. Bahkan ia disuruh memilih perhiasan iman mana pun yang ingin dikenakannya".
Baca juga: 11 Nasihat Ulama untuk Kaum Muslimah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :