Kajian Gus Baha tentang Dajjal Ungkap Perbincangan Nabi SAW dengan Para Sahabat

Selasa, 22 Februari 2022 - 05:15 WIB
Pada zaman sahabat Nabi, (seolah-olah) kaidah ushul fiqh-nya sudah mantap (terlaksana).

الضَّرُورَاتُ تُبِيحُ الْمَحْظُورَاتِ

Kondisi-kondisi darurat bisa membolehkan hal-hal yang dilarang.

Gus Baha menjelaskan, momen lucu-lucuan antara Nabi dan sahabatnya itu dilakukan di shuffah atau teras masjid. Kadang para sahabat mengenang cerita lucu-lucu pada zaman jahiliyah dulu sebelum mereka masuk Islam. Para sahabat tertawa bersama bercerita masa-masa jahiliahnya, lalu Nabi pun ikut tertawa.

Begitulah Rasulullah SAW dalam mengajarkan Islam kepada para sahabatnya sangat rileks dan dengan selingan-selingan humor yang ringan.

Baca juga: Humor Gus Yahya: Kiamat Sudah Dekat, Menikahlah karena Dajjal Itu Jomblo

Dajjal Tak Masuk Mekkah dan Madinah

Sementara itu, Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Dahsyatnya Hari Kiamat" menyampaikan bahwa Dajjal tidak mungkin masuk ke Mekkah dan ke Madinah. Di jalan-jalan Madinah ada para malaikat yang menjaganya supaya Dajjal tidak memasukinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Madinah tidak akan dimasuki al Masih Dajjal dan tha'un.” (HR Bukhari)”

Ibnu Katsir menjelaskan, Dajjal membangun kemah di pinggiran Madinah dan kota itu mengguncangkan penghuninya tiga kali sehingga seluruh orang munafik dan fasik laki-laki dan perempuan keluar menuju ke arahnya. Adapun seluruh muslim tetap berada di sana dan hari itu dinamakan hari pembersihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!