Kisah Isra Miraj Rasulullah SAW dalam Hadis Sahih

Minggu, 27 Februari 2022 - 07:36 WIB
Kemudian Jibril membawa kepadaku sebuah bejana yang berisi minuman keras (khamar) dan sebuah lagi berisi susu; lalu saya pilih yang berisi susu, lantas Jibril berkata: "Engkau telah memilih fitrah sebagai pilihan yang benar." (HR Ahmad dari Anas bin Malik)

Dari hadis-hadis tersebut disimpulkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa atas izin Allah di bawah bimbingan Malaikat Jibril. Sebelum Rasulullah diperjalankan pada malam itu, hatinya diisi iman dan hikmah, agar beliau kuat menghadapi segala macam cobaan dan tabah dalam melaksanakan perintah-Nya.

Perjalanan agung itu dilakukan dengan mengendarai Buraq yang mempunyai kecepatan luar biasa sehingga Isra' dan Mi'raj hanya memerlukan waktu kurang dari satu malam.

Dalam Surat Al-Isra Ayat 1 tidak dijelaskan secara terperinci apakah Nabi melakukan Isra' dengan roh dan jasadnya, ataukah rohnya saja. Itulah sebabnya para mufasir berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas mereka berpendapat bahwa Isra' dilakukan dengan roh dan jasad, bukan dalam keadaan tidur.

Salah satu alasan yang menguatkan pendapat tersebut adalah kata "Subhana" pada awal ayat tersebut menunjukkan adanya peristiwa yang hebat. Jika Nabi di-isra'-kan dalam keadaan tidur, tentu tidak perlu diungkapkan dengan menggunakan ayat yang didahului dengan Tasbih.

Baca Juga: Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad dan Alasan Diperjalankan Saat Malam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!