Yajuj dan Majuj Berbaur dalam Perang Rusia-Ukraina?

Rabu, 09 Maret 2022 - 15:20 WIB
Baca juga: Tembok Yajuj dan Majuj dalam Perspektif Sains Masih Penuh Tanda Tanya

Tafsir Imran Hosein

Imran Hosein dalam bukunya berjudul An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World punya penafsiran yang berbeda. Imran adalah salah satu cendekiawan Islam lulusan madrasah/Institut Alimiyah Pakistan, sebuah institut atau perguruan tinggi yang memadukan antara keilmuan Islam klasik serta pendekatan ilmu-ilmu modern. Madrasah ini didirikan oleh guru sekaligus inspirasi Imran Hosein yakni Fazlur Rahman Ansari, seorang filsuf sekaligus sufi yang berasal dari Pakistan.

Sebagaimana cendekiawan Islam modern-kontemporer pada umumnya yang bisa dikatakan terpengaruh pemikiran Abduh, Imran Hosein sangat memperhatikan sisi semantik. Ia mengawali penafsirannya dengan mengutip pendapat Tammam Adi, seorang ahli semantik Al-Qur’an yang mendefinisikan bahwa kata dasar dari term Yajuj dan Majuj adalah a-ja-ja, maka implikasinya Yajuj merupakan bentuk aktif dan Majuj merupakan bentuk pasif.

Maksudnya Yajuj dan Majuj merupakan dua wajah yang berbeda atau bermuka dua. Yajuj merupakan perwujudan dari sikap bar-bar sedangkan Majuj merupakan sikap kebalikannya yakni seakan seperti korban. Wujud permisalan ekstrem yang juga ia sebutkan lainnya ialah Yajuj seakan terekspresikan pada sosok yang religius namun kenyataannya justru sebaliknya, Majuj (godless).

Imran Hosein juga menjelaskan asal-muasal dari Yajuj dan Majuj. Ia mengatakan bahwa mereka berasal dari suku Khazar, Eropa Timur. Suku Khazar ini kemudian mengonversi dirinya ke dalam agama Yahudi Eropa dan dan Kristen Eropa. Maka apa yang dimaksud oleh Hosein dengan menunjukkan asumsinya ini adalah bahwa Yajuj dan Majuj sudah berhasil keluar dari belenggunya dan telah menyebar ke penjuru dunia.

Ia melanjutkan bahwa Yajuj dan Majuj yang telah bebas itu kemudian menyebar ke seluruh dunia. Pendapat ini sekaligus ia arahkan untuk memaknai surat al-Anbiya [21]: 96. Yajuj dan Majuj yang telah menyebar itu kemudian masuk dan berbaur dalam setiap sektor penting di dunia dan terlibat dalam menebarkan bibit-bibit peperangan.

Secara spesifik Hosein mengatakan bahwa Yajuj dan Majuj telah menyebar dan berbaur serta menjadi bagian dari aliansi Inggris-Amerika dan Israel di satu sisi dan Rusia modern di sisi lain. Di mana sudah bukan rahasia lagi bahwa kedua aliansi ini adalah rival yang saling menyerang dan menjatuhkan satu sama lain.

Baca juga: Mirip Tembok Yajuj dan Majuj. Gunung Kaukasus Berkonstruksi Rodm yang Sulit Dilubangi

Hal inilah yang diyakini Imran Hosein sebagai perwujudan dari surat al-Kahfi [18]: 99 yang menjelaskan bahwa ada masa di mana Yajuj dan Majuj akan bersatu dan menerjang bagaikan gelombang serta saling menghancurkan satu sama lain. Pengrusakan dan penghancuran yang dilakukan Yajuj dan Majuj yang masuk pada dua aliansi tersebut akhirnya menimbulkan kerusakan global akibat peperangan yang terus-menerus dikobarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!