Ulama Indonesia yang Wafat dan Dimakamkan di Luar Negeri

Minggu, 13 Maret 2022 - 23:50 WIB
Saat dewasa, beliau mendirikan madrasah Darul Ulum al-Diniyyah dan mengajar di Masjidil Haram. Syekh Yasin berhasil menulis 97 kitab. Yang paling dikenal berjudul Al-Fawaid al-Janiyyah. Beliau wafat 20 Juli 1990 dan dimakamkan di Ma'la Makkah.

4. Syekh Abdul Qadir Al-Mandili

Syekh Abdul Qadir Al-Mandili masyhur di Mekkah dan Malaysia. Beliau lahir pada 1329 Hijriyah atau Tahun 1910 di Desa Sigalapang, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (dulu masih Tapanuli Selatan). Beliau dijuluki Al-Mandaili karena berasal dari suku Mandailing. Ayahnya bernama Abdul Muthalib bin Hassan.

Syekh Abdul Qadir Al-Mandili pernah mendapat kepercayaan mengajar di Masjidil Haram, Makkah. Beliau juga dikenal sebagai penulis hebat. Di antara karya kitabnya adalah ilmu ushuluddin, tasawwuf, fiqh, politik, pendidikan dan perundangan. Ketika berada di Makkah, Syekh Abdul Qadir menghasilkan 24 kitab dalam bahasa Melayu dan Arab. Syekh Al-Mandili wafat pada 20 Rabi'ul Awwal 1385 H (Tahun 1965) dan dimakamkan di Kompleks Jannatul Ma'la, Makkah.

5. Syekh Yusuf Al-Makassari

Beliau bernama lengkap Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani. Beliau lahir pada 3 Juli 1626. Pada tahun 1644, Syekh Yusuf menunaikan ibadah haji dan tinggal di Mekkah. Syekh Yusuf juga sempat menuntut ilmu ke Yaman. Beliau mempelajari Islam sekitar 20 tahun di Timur Tengah.

Ketika pasukan Sultan Ageng dikalahkan Belanda tahun 1682, Syekh Yusuf ditangkap dan diasingkan ke Srilanka pada bulan September 1684. Di Sri Lanka, Syekh Yusuf tetap aktif menyebarkan Islam.

Melalui jamaah haji yang singgah ke Sri Lanka, Syekh Yusuf masih dapat berkomunikasi dengan para pengikutnya di Nusantara, sehingga akhirnya oleh Belanda, beliau diasingkan ke tempat lain yang lebih jauh dari Sri Lanka yaitu Afrika Selatan, pada 22 Desember 1694.

Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf tetap berdakwah dan memiliki banyak pengikut. Ketika beliau wafat tanggal 23 Mei 1699, pengikutnya menjadikan hari wafatnya sebagai hari peringatan. Makamnya berada di Cape Town Afrika Selatan. Kemudian jenazah beliau dibawa ke Gowa atas permintaan Sultan Abdul Jalil (1677-1709) dan dimakamkan kembali di Lakiung, pada April 1705.

Selain lima tokoh ulama di atas, berikut Ulama Indonesia yang dimakamkan di Makkah:

1. Syekh Mahfudz al-Tarmasi (wafat 1 Rajab 1338 H/22 Maret 1920 M)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!