Kisah Kedermawanan Tiga Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Diabadikan Al-Qur’an
Sabtu, 26 Maret 2022 - 17:25 WIB
Sedangkan menurut al-Wahidi sebagaimana yang telah dikutip oleh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatu al-Tafasir, ayat ini turun kepada Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf dalam Perang Tabuk. Ketika itu Utsman menyiapkan seribu unta beserta pelananya dan meletakkan seribu dinar di hadapan Nabi Muhammad SAW, Beliau lalu bersabda, “Apa yang telah dilakukan Utsman tidak akan memudharatkan dirinya setelah hari ini.”
Kemudian Abdurrahman bin Auf datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan membawa empat ribu dirham guna membantu persiapan logistik dan persenjataan umat Islam, lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai delapan ribu dirham, lalu aku simpan setengahnya untuk diriku dan keluargaku, dan setengahnya lagi aku ‘pinjamkan’ kepada Tuhanku.”
Mendengar perkataan Abdurrahman bin Auf tersebut, Rasulullah SAW lalu berkata kepadanya, “Allah telah memberkati kamu terhadap uang yang kamu simpan dan terhadap uang yang kamu infakkan.” Bersamaan dengan peristiwa ini lalu turunlah ayat: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah…” (QS Al-Baqarah [2] ayat 261).
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Dalam peristiwa yang sama yaitu menjelang perang Tabuk, Rasulullah SAW mengimbau agar umat Islam membantu dalam bentuk harta dan tenaga. Abu Bakar Ash-Shiddiq lantas mengumpulkan harta yang ia miliki. Semua harta itu diberikan kepada Rasulullah SAW.
“Wahai Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan di rumahmu?” tanya Rasulullah SAW.
Abu Bakar menjawab, “Allah SWT dan Rasul-Nya."
Maksudnya adalah perbekalan berupa keridhaan-Nya dan Rasul-Nya.
Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Dalam Kitab Fadhilah Amal yang ditulis oleh Maulana Zakariyya Al Khandahlawi para ulama sepakat bahwa turunnya wahyu surat Al-Lail ayat 17-21 berkenaan dengan Abu Bakar Shiddiq. Allah Taala berfirman:
Kemudian Abdurrahman bin Auf datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan membawa empat ribu dirham guna membantu persiapan logistik dan persenjataan umat Islam, lalu dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai delapan ribu dirham, lalu aku simpan setengahnya untuk diriku dan keluargaku, dan setengahnya lagi aku ‘pinjamkan’ kepada Tuhanku.”
Mendengar perkataan Abdurrahman bin Auf tersebut, Rasulullah SAW lalu berkata kepadanya, “Allah telah memberkati kamu terhadap uang yang kamu simpan dan terhadap uang yang kamu infakkan.” Bersamaan dengan peristiwa ini lalu turunlah ayat: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah…” (QS Al-Baqarah [2] ayat 261).
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Dalam peristiwa yang sama yaitu menjelang perang Tabuk, Rasulullah SAW mengimbau agar umat Islam membantu dalam bentuk harta dan tenaga. Abu Bakar Ash-Shiddiq lantas mengumpulkan harta yang ia miliki. Semua harta itu diberikan kepada Rasulullah SAW.
“Wahai Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan di rumahmu?” tanya Rasulullah SAW.
Abu Bakar menjawab, “Allah SWT dan Rasul-Nya."
Maksudnya adalah perbekalan berupa keridhaan-Nya dan Rasul-Nya.
Baca juga: Inilah Sahabat Nabi yang Wajahnya Menyerupai Malaikat Jibril
Dalam Kitab Fadhilah Amal yang ditulis oleh Maulana Zakariyya Al Khandahlawi para ulama sepakat bahwa turunnya wahyu surat Al-Lail ayat 17-21 berkenaan dengan Abu Bakar Shiddiq. Allah Taala berfirman:
وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَىٰ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
Lihat Juga :