Kisah Dzil Bijadain: Pengantin Baru yang Syahid dalam Perang Khaibar
Selasa, 29 Maret 2022 - 16:15 WIB
Kemudian ada sahabat yang memberitahukan kepada wanita itu. Serta merta wanita itu berkata, ‘Mengapa kamu tidak meninggalkan kebiasaanmu menyebut-nyebut namaku, hentikan kebiasaan itu atau jangan lagi kalian datang untuk beristirahat di rumahku!’
Kejadian ini disampaikan kepada Abu Bakar Rhadiyallahu ‘anhu. Kemudian Abu Bakar mendatangi wanita itu dan berkata, ‘Wahai Fulanah, telah sampai kepadaku berita bahwa Abdullah meminangmu, maka terimalah pinangannya. Sesungguhnya ia seorang pemuda yang terpandang di kalangan kaumnya, dia pandai membaca al Qur’an dan mempunyai pengetahuan agama yang luas.’
Baca juga: Salman Al-Farisi: Seorang Amir yang Sempat Dikira Tukang Panggul
Umar bin Khattab Rhadiyallahu ‘anhu juga datang ke rumah wanita Anshar itu dan menyampaikan hal serupa. Berita ini pun akhirnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Adalah Abdullah, apabila matahari telah terbit ia biasa mengerjakan sholat sunnah sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengucapkan salam kepada beliau kemudian pergi.
Pada suatu hari, setelah Abdullah sholat kemudian menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Nabi bertanya, “Wahai Abdullah bukankah telah sampai kepadaku berita bahwa engkau menyebut Fulanah?”
Abdullah menjawab, “Ya.”
Nabi bersabda, “Aku telah menikahkanmu dengannya.”
Mendengar sabda Nabi demikian itu, Abdullah kemudian mendatangi para sahabatnya dan berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menikahkan aku dengan wanita Anshar itu.”
Maka isteri-isteri orang Anshar pergi menuju rumah wanita itu untuk mengucapkan selamat dan mempersiapkan acara walimah. Mereka menjahit burdah, membuat bantal dari kulit, memasak makanan dan lain-lain untuk walimah pada malam hari.
Adapun Abdullah, ia bangun untuk mengerjakan sholat, dia tidak menemui wanita Anshar itu dan tidak mendekatinya, sehingga Bilal mengumandangkan adzan Shubuh.
Kejadian ini disampaikan kepada Abu Bakar Rhadiyallahu ‘anhu. Kemudian Abu Bakar mendatangi wanita itu dan berkata, ‘Wahai Fulanah, telah sampai kepadaku berita bahwa Abdullah meminangmu, maka terimalah pinangannya. Sesungguhnya ia seorang pemuda yang terpandang di kalangan kaumnya, dia pandai membaca al Qur’an dan mempunyai pengetahuan agama yang luas.’
Baca juga: Salman Al-Farisi: Seorang Amir yang Sempat Dikira Tukang Panggul
Umar bin Khattab Rhadiyallahu ‘anhu juga datang ke rumah wanita Anshar itu dan menyampaikan hal serupa. Berita ini pun akhirnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Adalah Abdullah, apabila matahari telah terbit ia biasa mengerjakan sholat sunnah sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, mengucapkan salam kepada beliau kemudian pergi.
Pada suatu hari, setelah Abdullah sholat kemudian menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Nabi bertanya, “Wahai Abdullah bukankah telah sampai kepadaku berita bahwa engkau menyebut Fulanah?”
Abdullah menjawab, “Ya.”
Nabi bersabda, “Aku telah menikahkanmu dengannya.”
Mendengar sabda Nabi demikian itu, Abdullah kemudian mendatangi para sahabatnya dan berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menikahkan aku dengan wanita Anshar itu.”
Maka isteri-isteri orang Anshar pergi menuju rumah wanita itu untuk mengucapkan selamat dan mempersiapkan acara walimah. Mereka menjahit burdah, membuat bantal dari kulit, memasak makanan dan lain-lain untuk walimah pada malam hari.
Adapun Abdullah, ia bangun untuk mengerjakan sholat, dia tidak menemui wanita Anshar itu dan tidak mendekatinya, sehingga Bilal mengumandangkan adzan Shubuh.
Lihat Juga :