Asal-usul Imsak dan Pergeseran Makna yang Perlu Diluruskan

Senin, 11 April 2022 - 03:01 WIB
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika bulan Ramadhan selalu mengakhirkan makan sahur. Beliau melakukannya beberapa saat sebelum terbitnya Fajar. Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah, kemudian beliau sholat. Anas bertanya pada Zaid, "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Beliau menjawab, "Kira-kira membaca 50 ayat Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, jarak beliau makan sahur dan adzan Subuh sekira bacaan 50 ayat Al-Qur'an atau sekitar 10-20 menit. Dalam hadis disebutkan, ketika Bilal mengumandangkan adzan (pertama) pada suatu malam, Rasulullah SAW bersabda: "Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan Adzan (kedua). Karena dia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya Fajar shadiq." (HR Al-Bukhari)

Demikian sejarah asal-usul Imsak di Indonesia dan makna Imsak yang perlu diluruskan. Semoga bermanfaat.

(rhs)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Dunia ibarat penjara orang-orang mukmin dan surganya orang-orang kafir.

(HR. Ibnu Majah No. 4103)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More