Kisah Umaimah binti Numan, Dicerai Nabi Muhammad SAW Jelang Malam Pengantin
Kamis, 21 April 2022 - 17:06 WIB
Di kemudian hari, yakni di era Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq saat pecah Perang Riddah, Ikrimah menikahi Umaimah. Foto/Ilustrasi: wallpaper access
Umaimah binti Nu’man al-Jauniyah bernama asli Asma’ bintu an-Nu’man adalah perempuan yang sempat dinikahi Rasulullah SAW namun diceraikanmenjelang malam pengantin.
Baca juga: Kisah Hikmah : Pakaian Malu Istri Nabi Musa
Alkisah, pada tahun sembilan hijriah, datanglah an-Nu’man bin Abil Jaun ke Madinah. Dia menghadap Rasulullah untuk berislam.
Pada kesempatan itu, ia menawarkan kepada Rasulullah agar menikahi seorang janda. “Wahai Rasulullah, maukah engkau kunikahkan dengan seorang janda tercantik di kalangan Arab? Dahulu dia ini istri anak pamannya, namun suaminya meninggal. Sekarang dia menjanda dan sangat ingin menjadi istrimu.”
Rasulullah menyetujui. Bulan Rabiul Awwal tahun sembilan hijriah, menikahlah beliau dengan Asma’ bintu an-Nu’man bin Abil Jaun ibnul Aswad ibnul Harits bin Syarahil ibnul Jaun bin Akil al-Murar al-Kindiyah.
Waktu itu, Asma’ masih ada di kampungnya, jauh dari Madinah. Rasulullah SAW menerahkan mahar sebesar 12¼ uqiyah.
“Wahai Rasulullah, jangan kau berikan mahar yang terlampau sedikit kepadanya,” pinta an-Nu’man.
“Aku tak pernah memberikan mahar kepada satu pun dari istriku lebih dari itu, dan aku juga takkan meminta mahar untuk putri-putriku lebih dari itu,” jawab Rasulullah.
An-Nu’man menyetujui. Setelah itu dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, utuslah orang untuk menemui istrimu dan membawanya kemari. Nanti aku akan menyertai utusanmu itu.”
Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail
Baca juga: Kisah Hikmah : Pakaian Malu Istri Nabi Musa
Alkisah, pada tahun sembilan hijriah, datanglah an-Nu’man bin Abil Jaun ke Madinah. Dia menghadap Rasulullah untuk berislam.
Pada kesempatan itu, ia menawarkan kepada Rasulullah agar menikahi seorang janda. “Wahai Rasulullah, maukah engkau kunikahkan dengan seorang janda tercantik di kalangan Arab? Dahulu dia ini istri anak pamannya, namun suaminya meninggal. Sekarang dia menjanda dan sangat ingin menjadi istrimu.”
Rasulullah menyetujui. Bulan Rabiul Awwal tahun sembilan hijriah, menikahlah beliau dengan Asma’ bintu an-Nu’man bin Abil Jaun ibnul Aswad ibnul Harits bin Syarahil ibnul Jaun bin Akil al-Murar al-Kindiyah.
Waktu itu, Asma’ masih ada di kampungnya, jauh dari Madinah. Rasulullah SAW menerahkan mahar sebesar 12¼ uqiyah.
“Wahai Rasulullah, jangan kau berikan mahar yang terlampau sedikit kepadanya,” pinta an-Nu’man.
“Aku tak pernah memberikan mahar kepada satu pun dari istriku lebih dari itu, dan aku juga takkan meminta mahar untuk putri-putriku lebih dari itu,” jawab Rasulullah.
An-Nu’man menyetujui. Setelah itu dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, utuslah orang untuk menemui istrimu dan membawanya kemari. Nanti aku akan menyertai utusanmu itu.”
Baca juga: Kedermawanan Ri'lah binti Mudhadh, Istri Nabi Ismail
Lihat Juga :