Lebaran 2 Mei 2022, Ini 9 Alasan Mengapa Muhammadiyah Memilih Hisab
Minggu, 24 April 2022 - 15:41 WIB
Ada 9 alasan mengapa persyarikatan Muhammadiyah yakin menggunakan hisab dalam penentuan awal bulan kamariah, Foto/Ilustrasi: Muhammadiyah.or.id
Persyarikatan Muhammadiyah yang telah mengeluarkan keputusan hari lebaran di jauh-jauh hari dengan menggunakan metode hisab . Berdasarkan metode wujudul hilal, Muhammadiyah memutuskan bahwa 1 Syawal 1443 H jatuh pada Senin, 2 Mei 2022 M.
Tidak ada yang meragukan bahwa Nabi Muhammad SAW menggunakan rukyat dalam penentuan awal bulan kamariah. Bahkan pandangan para ulama mazhab sepakat menyatakan bahwa salah satu syarat masuknya bulan Ramadan adalah melihat hilal. Lantas mengapa Muhammadiyah malah menggunakan hisab?
Baca juga: Begini Metode Hisab Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan dan Lebaran
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Rahmadi Wibowo dalam acara Sosialisasi Ketarjihan pada Sabtu (23/04/2022) sebagaimana dilansir laman resmi Muhammadiyah hari ini, Ahad 24 April 2022, menyampaikan 9 alasan mengapa persyarikatan Muhammadiyah yakin menggunakan hisab dalam penentuan awal bulan kamariah, di antaranya:
1. Semangat Al-Qur'an adalah penggunaan hisab
Dalam Al-Qur'an terdapat dua ayat yang mengandung isyarat yang jelas kepada hisab, QS. Ar-Rahman ayat 5. Ayat ini tidak sekadar memberi informasi, tetapi juga mendorong untuk melakukan perhitungan terhadap gerak matahari dan bulan.
Sedangkan dalam QS. Yunus ayat 5 menyebutkan bahwa menghitung gerak matahari dan bulan sangat berguna untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.
2. Hadis-hadis yang memerintahkan rukyat adalah perintah berillat
Menurut Rasyid Ridha dan Musthafa az-Zarqa, perintah rukyat dalam beberapa hadis Nabi Saw merupakan perintah yang mengandung illat atau memiliki alasan hukum, yaitu kondisi umat pada saat itu masih belum mengenal tulis baca dan hisab (ummi), apalagi pada waktu itu Islam baru berkembang di daratan jazirah Arab, sehingga untuk memudahkan Nabi SAW memerintahkan sarana yang tersedia saat itu, yaitu rukyat. Dalam keadaan umat Islam yang telah tersebar luas, rukyat tidak dapat mencakup seluruh permukaan bumi saat visibilitas pertama.
Baca juga: Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan
Tidak ada yang meragukan bahwa Nabi Muhammad SAW menggunakan rukyat dalam penentuan awal bulan kamariah. Bahkan pandangan para ulama mazhab sepakat menyatakan bahwa salah satu syarat masuknya bulan Ramadan adalah melihat hilal. Lantas mengapa Muhammadiyah malah menggunakan hisab?
Baca juga: Begini Metode Hisab Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan dan Lebaran
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Rahmadi Wibowo dalam acara Sosialisasi Ketarjihan pada Sabtu (23/04/2022) sebagaimana dilansir laman resmi Muhammadiyah hari ini, Ahad 24 April 2022, menyampaikan 9 alasan mengapa persyarikatan Muhammadiyah yakin menggunakan hisab dalam penentuan awal bulan kamariah, di antaranya:
1. Semangat Al-Qur'an adalah penggunaan hisab
Dalam Al-Qur'an terdapat dua ayat yang mengandung isyarat yang jelas kepada hisab, QS. Ar-Rahman ayat 5. Ayat ini tidak sekadar memberi informasi, tetapi juga mendorong untuk melakukan perhitungan terhadap gerak matahari dan bulan.
Sedangkan dalam QS. Yunus ayat 5 menyebutkan bahwa menghitung gerak matahari dan bulan sangat berguna untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.
2. Hadis-hadis yang memerintahkan rukyat adalah perintah berillat
Menurut Rasyid Ridha dan Musthafa az-Zarqa, perintah rukyat dalam beberapa hadis Nabi Saw merupakan perintah yang mengandung illat atau memiliki alasan hukum, yaitu kondisi umat pada saat itu masih belum mengenal tulis baca dan hisab (ummi), apalagi pada waktu itu Islam baru berkembang di daratan jazirah Arab, sehingga untuk memudahkan Nabi SAW memerintahkan sarana yang tersedia saat itu, yaitu rukyat. Dalam keadaan umat Islam yang telah tersebar luas, rukyat tidak dapat mencakup seluruh permukaan bumi saat visibilitas pertama.
Baca juga: Lebih Dermawan di Bulan Ramadhan
Lihat Juga :