Mengapa Kita Harus Mencintai Wali Allah? Ini Alasannya
Jum'at, 19 Juni 2020 - 20:11 WIB
Salah satu ciri Waliyullah (kekasih Allah) adalah para ulama yang benar-benar mengenal Allah dan menjaga perintah-Nya. Foto/Istimewa
Siapa sebenarnya Waliyullah (Wali Allah)? Secara bahasa, Wali adalah pihak yang dekat, mencintai, dan siap menolong. Wali Allah adalah kekasih Allah atau orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Mengapa kita harus mencintai para Wali Allah ? Jawabannya sederhana, mereka adalah orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala, maka wajib hukumnya mencintai Wali Allah agar kita semakin dekat kepada Allah Ta'ala. Mencintai Wali-wali Allah merupakan simpul keimanan. Bahkan lebih dari itu, siapa yang mencintai Wali Allah , maka ia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya, siapa yang memusuhi para Wali Allah niscaya akan sengsara dunia dan akhirat.(Baca Juga: 9 Nasihat tentang Kehebatan Salawat dari Para Aulia )
Allah Ta'ala menyifati mereka di dalam Al-Qur'an :
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
"Ketahuilah, sesungguhnya Wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa". (QS Yunus ayat 62-63)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: 'Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya".
"Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya. Tidaklah Aku ragu melakukan sesuatu yang mesti aku lakukan seperti keraguan untuk (mencabut) nyawa seorang yang beriman (kepada-Ku), dia tidak menyukai kematian dan Aku tidak ingin menyakitinya". (HR Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menjadi Wali Allah . Imam Al-Ghazali pernah berkata: "Jika engkau menginginkan selamat di dunia dan akhirat, jadikan dirimu berada di dalam hati para Wali Allah ". Bagaimana hal itu bisa terjadi?.
Imam Al-Ghazali menjawab: "Dengan cara, Engkau mencintai para Wali Allah , maka niscaya mereka akan mencintaimu".(Baca Juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali )
Mengapa kita harus mencintai para Wali Allah ? Jawabannya sederhana, mereka adalah orang-orang yang dicintai Allah Ta'ala, maka wajib hukumnya mencintai Wali Allah agar kita semakin dekat kepada Allah Ta'ala. Mencintai Wali-wali Allah merupakan simpul keimanan. Bahkan lebih dari itu, siapa yang mencintai Wali Allah , maka ia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya, siapa yang memusuhi para Wali Allah niscaya akan sengsara dunia dan akhirat.(Baca Juga: 9 Nasihat tentang Kehebatan Salawat dari Para Aulia )
Allah Ta'ala menyifati mereka di dalam Al-Qur'an :
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
"Ketahuilah, sesungguhnya Wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa". (QS Yunus ayat 62-63)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: 'Barangsiapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya".
"Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya. Tidaklah Aku ragu melakukan sesuatu yang mesti aku lakukan seperti keraguan untuk (mencabut) nyawa seorang yang beriman (kepada-Ku), dia tidak menyukai kematian dan Aku tidak ingin menyakitinya". (HR Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menjadi Wali Allah . Imam Al-Ghazali pernah berkata: "Jika engkau menginginkan selamat di dunia dan akhirat, jadikan dirimu berada di dalam hati para Wali Allah ". Bagaimana hal itu bisa terjadi?.
Imam Al-Ghazali menjawab: "Dengan cara, Engkau mencintai para Wali Allah , maka niscaya mereka akan mencintaimu".(Baca Juga: Inilah Pujian Ulama kepada Imam Al-Ghazali )
Lihat Juga :