Surat Al-A'la Ayat 14-15: Idul Fitri sebagai Momentum Manusia yang Beruntung

Selasa, 26 April 2022 - 18:55 WIB
Surat Al-A’la ayat 14-15 mengisyaratkan bahwa Idul Fitri adalah proses ritual keagamaan sekaligus ritual sosial untuk mencapai derajat manusia yang beruntung. Foto/Ilustrasi: SINDOnews
Surat Al-A’la ayat 14-15 mengisyaratkan bahwa Idul Fitri adalah proses ritual keagamaan sekaligus ritual sosial untuk mencapai derajat manusia yang beruntung.

Idul Fitri penting untuk diperhatikan oleh setiap insan Muslim karena di dalamnya terdapat proses untuk mencapai derajat manusia yang beruntung. Keberuntungan tersebut setelah melewati ibadah puasa Ramadhan dan diiringi dengan rangkaian Idul Fitri.

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa orang yang menunaikan zakat, menyebut (mengagungkan) Allah, dan melaksanakan salat ia termasuk manusia yang beruntung. Kandungan tersebut terdapat dalam surah al-A’la ayat 14-15:

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىَّ


Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang (15)

Baca juga: Memahami Al-Quran sebagai Kitab Penyembuh

Laman Tafsir Al-Quran melansir bahwa dalam surat Al-A’la ayat 14-15 tersebut, di awali dengan bentuk tahqiq “menyatakan tanpa keraguan” ayat di atas mengisyaratkan bahwa tiga rangkaian tersebut akan mengantarkan manusia ke puncak kebahagiaan.

Adapun tiga rangkaian tersebut terdapat dalam momen Idul Fitri, sehingga dapat kita sederhanakan Idul Fitri ialah momen meraih kebahagiaan dan keberuntungan.

Keberuntungan “falaha” menurut Muhammad Sayyid Thanthawi dalam Al-Tafsīr al-Wasith li al-Qur’an al-Karīm, adalah sampainya seseorang kepada apa yang ia inginkan, berupa kemenangan (keberuntungan) dan kemanfaatan.

Membersihkan Diri

Membersihkan diri dalam ayat tersebut terdapat di dalam kata tazakka, dari kata zakaa (زكي) yang berarti ‘bersih’, karena dalam ayat tersebut ada penambahan dalam lafaznya yang berada di huruf ‘ك’ maka di dalam maknanya juga berbeda; tambahnya suatu lafaz berarti menunjukkan bertambahnya makna.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!