8 Alasan Malam Lailatul Qadar Dirahasiakan Allah
Selasa, 26 April 2022 - 22:52 WIB
Menurut Fakhrur Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib, Allah menyembunyikan Lailatul Qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Allah menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keridhaan-Nya pada setiap ketaatan sehingga timbulkeinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadah itu.
Begitu juga, Dia menyembunyikan kemurkaan-Nya pada setiap perkara maksiat, agar kita berhatihati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya, karena dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertobat dan berusaha meninggalkannya.
Dia menyembunyikan wali-wali-Nya agar manusia tidak bergantung pada mereka dalam berdoa. Sebaliknya, berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu dari-Nya. Karena Allah menerima segala dosa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa.
Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitu juga, Allah menyembunyikan penerimaan tobat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita senantiasa segera untuk bertaubat.
Demikian juga dengan penyembunyian malam Lailatul Qadar, agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan sekadar menunggu malam Lailatul Qadar untuk beribadah dan berdoa.
Inilah yang menyebabkan peyakit besar yang menimpa umat Islam sehingga menyebabkan malam-malam Ramadhan sepi, karena mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah.
Mengejar kelebihan Lailatul Qadar yang tidak mengetahui masanya menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang satu tahun sekali.
Beruntunglah orang yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan amal saleh. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpesan:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Al-Bukhari No 1901)
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
Begitu juga, Dia menyembunyikan kemurkaan-Nya pada setiap perkara maksiat, agar kita berhatihati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya, karena dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertobat dan berusaha meninggalkannya.
Dia menyembunyikan wali-wali-Nya agar manusia tidak bergantung pada mereka dalam berdoa. Sebaliknya, berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu dari-Nya. Karena Allah menerima segala dosa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa.
Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitu juga, Allah menyembunyikan penerimaan tobat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita senantiasa segera untuk bertaubat.
Demikian juga dengan penyembunyian malam Lailatul Qadar, agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan sekadar menunggu malam Lailatul Qadar untuk beribadah dan berdoa.
Inilah yang menyebabkan peyakit besar yang menimpa umat Islam sehingga menyebabkan malam-malam Ramadhan sepi, karena mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah.
Mengejar kelebihan Lailatul Qadar yang tidak mengetahui masanya menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang satu tahun sekali.
Beruntunglah orang yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan amal saleh. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpesan:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Al-Bukhari No 1901)
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
(rhs)
Lihat Juga :