Ramadhan dan Restorasi Kehidupan: Harus Melahirkan Akhlak yang Baik

Selasa, 10 Mei 2022 - 16:34 WIB
Pemahaman tentang Islam seperti inilah yang akan melahirkan karakter atau personalitas yang bersifat intergratif dan komprehensif. Bukan karakter dan personalitas yang pecah (broken personality).

Hanya dengan kesadaran dan pemahaman Puasa Ramadan seperti ini yang akan membawa kepada Restorasi Karakter kemanusiaan. Karakter yang mulia dan terpuji (karimah). Karakter yang menjadi esensi religiositas kita sekaligus menjadi konklusi misi Islam (innama bu’itstu li utammima makaarimal Akhlaq).

Jika tidak maka puasa kita masih terancam tidak bermakna. "Boleh jadi ada yang berpuasa tapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." (hadis).

Bahkan lebih runyam lagi ketika puasa atau ibadah-ibadah yang kita lakukan itu justeru menjadi kebangkrutan di haripertanggung jawaban kelak. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW menyampaikan bagaimana seseorang yang hadir di Mahkamah Ilahi dengan semua amalan ritualnya.

Sayang selama hidupnya orang itu gagal membangun akhlak yang baik. Pada akhirnya semua amal ritualnya tidak memberinya apa-apa.

Semoga puasa Ramadhan telah mampu menjadi restorasi karakter dan kepribadian bagi umat. Sehingga akhlak kita semakin membaik. Baik pada tataran vertikal (hablun minallah) maupun pada tataran horizontalnya (hablun minannas). Insya Allah!

Udara NYC-Florida, 8 Mei 2022

Baca Juga: Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!