Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:39 WIB
Di era Khalifah Al-Mahdi banyak bermunculan kelompok dengan paham baru yang meresahkan. Foto/Ilustrasi: Nafsiahnst
Khalifah Al-Mahdi adalah khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah (775-785 M). Nama dan nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas. Dia biasa dipanggil Abu Abdullah dan bergelar Al-Mahdi.
Akbar Shah Najeebabadi dalam buku berjudul "The History Of Islam" mengatakan di era Al-Mahdi banyak bermunculan kelompok dengan paham baru yang meresahkan. Salah satunya yang paling terkenal adalah kelompok yang dipimpin tokoh bernama Hakim Al-Muqanna.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Konspirasi Penggulingan Putra Mahkota Isa Bin Musa
Hakim Al-Muqanna berasal dari Kota Merv, Khurasan. Konon, wajahnya rusak akibat penyakit, sehingga dia menutupinya dengan topeng yang terbuat dari emas.
Sebelumnya, dia adalah pengikut Abu Muslim Al-Khurasani. Tidak jelas bagaimana proses memahamannya mengenai agama, tapi tiba-tiba pada tahun 159 H, dia mengklaim bahwa dirinya tuhan.
Imam As-Suyuthi dalam buku "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah" menceritakan Hakim Al-Muqanna percaya bahwa ketika tuhan menciptakan Adam, tuhan masuk ke dalam tubuhnya, lalu masuk ke dalam tubuh Nabi Nuh, lalu ke Abu Muslim Al-Khurasani, dan kemudian masuk ke raganya.
Kepercayaan ini kemudian diterima oleh sebagian masyarakat Khurasan, khususnya di Merv. Mereka pun menyembah (bersujud) Hakim Al-Muqanna layaknya dia tuhan.
Dalam waktu sangat cepat, kepercayaan baru ini menyebar dan meraup banyak pengikut. Tidak hanya di Merv, ajaran ini juga diterima di Bukhara dan wilayah lain sekitarnya. Ketika sudah cukup kuat, mereka kemudian mulai memaksa dan membantai kaum Muslim yang tidak mengikuti ajaran mereka.
Hal ini kemudian sampai ke telinga Khalifah Al-Mahdi. Maka dikirimlah bala tentara Abbasiyah untuk menangkap Hakim Al-Muqanna. Tapi beberapa kali upaya itu gagal dilakukan, karena pendukung sekte ini ternyata sudah menyebar ke berbagai daerah. Maka untuk memadamkannya, dibagilah prajurit Abbasiyah ke dalam beberapa divisi.
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Akbar Shah Najeebabadi dalam buku berjudul "The History Of Islam" mengatakan di era Al-Mahdi banyak bermunculan kelompok dengan paham baru yang meresahkan. Salah satunya yang paling terkenal adalah kelompok yang dipimpin tokoh bernama Hakim Al-Muqanna.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Konspirasi Penggulingan Putra Mahkota Isa Bin Musa
Hakim Al-Muqanna berasal dari Kota Merv, Khurasan. Konon, wajahnya rusak akibat penyakit, sehingga dia menutupinya dengan topeng yang terbuat dari emas.
Sebelumnya, dia adalah pengikut Abu Muslim Al-Khurasani. Tidak jelas bagaimana proses memahamannya mengenai agama, tapi tiba-tiba pada tahun 159 H, dia mengklaim bahwa dirinya tuhan.
Imam As-Suyuthi dalam buku "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah" menceritakan Hakim Al-Muqanna percaya bahwa ketika tuhan menciptakan Adam, tuhan masuk ke dalam tubuhnya, lalu masuk ke dalam tubuh Nabi Nuh, lalu ke Abu Muslim Al-Khurasani, dan kemudian masuk ke raganya.
Kepercayaan ini kemudian diterima oleh sebagian masyarakat Khurasan, khususnya di Merv. Mereka pun menyembah (bersujud) Hakim Al-Muqanna layaknya dia tuhan.
Dalam waktu sangat cepat, kepercayaan baru ini menyebar dan meraup banyak pengikut. Tidak hanya di Merv, ajaran ini juga diterima di Bukhara dan wilayah lain sekitarnya. Ketika sudah cukup kuat, mereka kemudian mulai memaksa dan membantai kaum Muslim yang tidak mengikuti ajaran mereka.
Hal ini kemudian sampai ke telinga Khalifah Al-Mahdi. Maka dikirimlah bala tentara Abbasiyah untuk menangkap Hakim Al-Muqanna. Tapi beberapa kali upaya itu gagal dilakukan, karena pendukung sekte ini ternyata sudah menyebar ke berbagai daerah. Maka untuk memadamkannya, dibagilah prajurit Abbasiyah ke dalam beberapa divisi.
Baca juga: Surat 'Nasehat' al-Hasan al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Lihat Juga :