Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:39 WIB
Setelah empat bulan berlalu, barulah satu persatu wilayah yang diduduki oleh pendukung Hakim Al-Muqanna bisa dikuasai. Kemudian mereka memburu Hakim dan pengikutnya yang tersisa, hingga akhirnya mereka terkepung di dalam sebuah benteng yang bernama Bassam.
Di dalam benteng tersebut terdapat sekitar 20.000 orang pengikut Hakim Al-Muqanna yang bersamanya. Melihat fenomena ini, komandan pasukan Abbasiyah bingung menentukan kebijakan. Kemudian, dia mengirim surat pada Al-Mahdi, memohon agar hanya Hakim Al-Muqanna saja yang di hukum.
Di saat yang bersamaan, para pendukung Hakim Al-Muqanna banyak yang meminta amnesti pada pasukan Abbasiyah. Akhirnya diputuskanlah, bahwa mereka yang ingin meminta amnesti, segera keluar dari benteng dan menyerah. Lalu keluarlah mereka, sehingga menyisakan sekitar 2000 orang bersama Hakim Al-Muqanna.
Kemudian terjadilah tragedi memilukan di dalam benteng tersebut. Tiba-tiba, Hakim Al-Muqanna menyalakan api yang sangat besar di dalam benteng, dan memerintahkan kepada para pengikutnya yang tersisa agar melompat ke dalam api itu. Mereka pun melompat bersamaan, termasuk Hakim Al-Muqanna dan keluarganya.
Melihat hal ini kaum Abbasiyah segera bergegas menyelamatkan yang bisa diselamatkan, tapi semua sudah terlambat. Setelah api padam, mereka mencari sisa jasad Hakim Al-Muqanna, lalu membawanya ke hadapan Al-Mahdi.
Baca juga: Kisah Khalifah Abu al-Abbas: Orang yang Gemar Menumpahkan Darah
Di dalam benteng tersebut terdapat sekitar 20.000 orang pengikut Hakim Al-Muqanna yang bersamanya. Melihat fenomena ini, komandan pasukan Abbasiyah bingung menentukan kebijakan. Kemudian, dia mengirim surat pada Al-Mahdi, memohon agar hanya Hakim Al-Muqanna saja yang di hukum.
Di saat yang bersamaan, para pendukung Hakim Al-Muqanna banyak yang meminta amnesti pada pasukan Abbasiyah. Akhirnya diputuskanlah, bahwa mereka yang ingin meminta amnesti, segera keluar dari benteng dan menyerah. Lalu keluarlah mereka, sehingga menyisakan sekitar 2000 orang bersama Hakim Al-Muqanna.
Kemudian terjadilah tragedi memilukan di dalam benteng tersebut. Tiba-tiba, Hakim Al-Muqanna menyalakan api yang sangat besar di dalam benteng, dan memerintahkan kepada para pengikutnya yang tersisa agar melompat ke dalam api itu. Mereka pun melompat bersamaan, termasuk Hakim Al-Muqanna dan keluarganya.
Melihat hal ini kaum Abbasiyah segera bergegas menyelamatkan yang bisa diselamatkan, tapi semua sudah terlambat. Setelah api padam, mereka mencari sisa jasad Hakim Al-Muqanna, lalu membawanya ke hadapan Al-Mahdi.
Baca juga: Kisah Khalifah Abu al-Abbas: Orang yang Gemar Menumpahkan Darah
(mhy)
Lihat Juga :