Istighfar Mengundang Kasih Sayang Allah, Begini Doa Sayyidul Istighfar
Selasa, 24 Mei 2022 - 05:15 WIB
Allah SWT menganjurkan umat-Nya untuk beristighfar. Allah menghapus dosa dan kesalahan hamba-Nya yang beristighfar. Foto/Ilustrasi: SINDOnews
Istighfar berasal dari kata dasar غفر yang artinya menutup. Dalam pengertian bahasa Istighfar adalah memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan niat tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Hal ini dapat dilakukan baik dengan perkataan maupun perbuatan.
Allah SWT menganjurkan umat-Nya untuk beristighfar. Allah menghapus dosa dan kesalahan hamba-Nya yang beristighfar.
Rasulullah bersabda, "Allah telah berkata,'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya)." (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Baca juga: Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Imam Qatadah juga pernah berujar, "Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Kitab Ihya'Ulumiddin : 1/410).
Istighfar juga mempunyai kedudukan yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan Allah memadukannya dengan iman ketika menjelaskan tentang orang– orang kafir di Makkah:
"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata". ( QS Al-Kahf : 55)
Istighfar juga menjadi penyebab turunnya kasih sayang Allah.
Allah berfirman: "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun"( Al Anfaal 23).
Rasulullah SAW bersabda: "Barang Siapa yang melazimkan Istighfar setiap hari, niscaya Allah SWT akan menjadikan setiap kegundahan menjadi ketenangan, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Allah SWT akan memberikan rezeki yang halal tanpa dia duga". (Riwayat Abu Daud, AnNasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim ).
Baca juga: Sayyidah Rabiah al-Adawiyah: Istighfar Kita Butuh Istighfar Lagi
Dalam Istighfar juga terdapat maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Seorang ulama salaf pernah berkata: "Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal baik seorang hamba bisa membawanya ke neraka. Lalu mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika seorang hamba berbuat dosa, ia menangis kala mengingatnya, lalu menyesal dan akhirnya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga.
Sebaliknya, ketika ia berbuat baik, kemudian ia riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka."
Allah SWT menganjurkan umat-Nya untuk beristighfar. Allah menghapus dosa dan kesalahan hamba-Nya yang beristighfar.
Rasulullah bersabda, "Allah telah berkata,'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya)." (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Baca juga: Istighfar dan Doa Sayidul Istighfar Sesuai Sunnah Rasul
Imam Qatadah juga pernah berujar, "Al-Qur'an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar." (Kitab Ihya'Ulumiddin : 1/410).
Istighfar juga mempunyai kedudukan yang tinggi dalam diri seorang hamba, bahkan Allah memadukannya dengan iman ketika menjelaskan tentang orang– orang kafir di Makkah:
"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata". ( QS Al-Kahf : 55)
Istighfar juga menjadi penyebab turunnya kasih sayang Allah.
Allah berfirman: "Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun"( Al Anfaal 23).
Rasulullah SAW bersabda: "Barang Siapa yang melazimkan Istighfar setiap hari, niscaya Allah SWT akan menjadikan setiap kegundahan menjadi ketenangan, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Allah SWT akan memberikan rezeki yang halal tanpa dia duga". (Riwayat Abu Daud, AnNasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim ).
Baca juga: Sayyidah Rabiah al-Adawiyah: Istighfar Kita Butuh Istighfar Lagi
Dalam Istighfar juga terdapat maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Seorang ulama salaf pernah berkata: "Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, dan amal baik seorang hamba bisa membawanya ke neraka. Lalu mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika seorang hamba berbuat dosa, ia menangis kala mengingatnya, lalu menyesal dan akhirnya beristighfar dan bertaubat kepada-Nya berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga.
Sebaliknya, ketika ia berbuat baik, kemudian ia riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka."
Lihat Juga :