Sejarah Harta Karun, Berikut Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur'an

Rabu, 01 Juni 2022 - 23:06 WIB
Nabi Musa menyetujuinya tanpa ragu karena dia tahu bahwa Qarun adalah seorang yang sangat saleh dan pengikut ajaran Ibrahim yang sangat baik. Allah pun mengabulkan doa Nabi Musa. Akhirnya, Qarun kemudian memiliki ribuan gudang harta yang penuh berisikan emas dan perak.

Qarun memiliki 4.000 pengawal dan 4.000 binatang ternak yang sehat, plus 60 ekor unta. Belum lagi pelayan yang membawa kunci-kunci gudang kekayaannya.

Awalnya, Qarun meminta doa kepada Nabi Musa agar menjadi kaya dengan tujuan untuk lebih taat beribadah dan membantu sesama. Namun lambat laun, ia melupakan tujuan tersebut dan malah ingkar terhadap segala nikmat yang telah Allah berikan. Menurutnya, semua harta adalah buah dari kerja kerasnya, bukan anugerah Allah.

Firman Allah: "Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku." Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka." (QS Al-Qashash: 78)

Kedurhakaan Qarun kian menjadi-jadi manakala ia menghamburkan hartanya untuk kepentingan duniawi semata. Ia banyak mempergunakan hartanya dalam kesesatan, kezaliman, dan permusuhan, sehingga membuatnya menjadi orang yang sombong, mabuk dan terlena dengan itu semua. Ia juga mendurhakai Allah dan memilih untuk menyembah Sobek, dewa berkepala buaya serta dewa-dewa lainnya.

Tak hanya durhaka pada Allah, dia pun kemudian mengkhianati Nabi Musa. Al-Qur'an menyejajarkan pengkhianatan Qarun dengan Fira'un, Ramses II, atas penolakkannya terhadap ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa.

Qarun Menolak Zakat

Suatu hari, Nabi Musa diperintahkan oleh Allah untuk menunaikan Zakat. Nabi Musa lalu mengutus salah seorang pengikutnya untuk mengambil zakat dari Qarun. Begitu sampai, Qarun langsung marah dan tidak mau memberikan sedikit pun dari kekayaannya.

Karena menurut Qarun, kekayaannya itu adalah hasil kerja keras dan usaha sendiri, tidak ada kaitan dengan siapa pun, tidak ada kaitan dengan Allah, atau dewa mana pun. (Qashash al-Anbiya: 602)

Qarun sangat tidak suka dinasihati dan diminta untuk berzakat oleh Nabi Musa. Karena itu, ia berusaha merusak dan menghancurkan citra Nabi Musa. Suatu ketika, ia pernah menyewa seorang perempuan untuk menuduh Nabi Musa telah melakukan hal yang tidak senonoh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!