Hajar Aswad: Batu Hitam yang Dibawa Nabi Adam dari Surga Ditaruh di India

Senin, 13 Juni 2022 - 18:22 WIB
Dalam kitab Qishash al-Anbiyaa' (kisah para Nabi dan Rasul), Ibnu Katsir menjelaskan, saat pembangunan Kakbah hampir selesai, dan masih terdapat satu ruang kosong untuk menutupi temboknya, Nabi Ibrahim berkata kepada anaknya, Nabi Ismail as, untuk mencari batu, agar ruang kosong itu bisa segera tertutupi.

''Pergilah engkau mencari sebuah batu yang bagus untuk aku letakkan di salah satu sudut Kakbah sebagai penanda bagi manusia,'' ujar Nabi Ibrahim.

Ismail pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang kepada Ismail dan memberinya sebuah batu hitam (Hajar Aswad) yang paling bagus. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Nabi Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.

Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, ''Dari mana kamu peroleh batu ini?''

Ismail AS menjawab, ''Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.''

Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismail as. Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu.

Riwayat lainnya juga disampaikan Ibnu Katsir. Ketika Ibrahim memerintahkan Ismail untuk mencari batu tersebut, Ismail merasa sangat letih. ''Wahai ayah, aku merasa malas dan capek.''

Ibrahim berkata, ''Biar aku saja yang mencari.'' Lalu ia pergi dan bertemu dengan Jibril yang membawakan batu hitam dari India.

Baca juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun

Sebelumnya, batu itu putih bak permata. Adam membawanya ketika ia turun dari surga. Batu tersebut berubah menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Lalu, Ismail datang dengan membawa sebuah batu, namun ia telah melihat batu di salah satu sisi Ka'bah.

Ismail berkata, ''Wahai ayahku, siapakah yang membawa batu ini.'' Ibrahim menjawab, ''Yang membawa adalah yang lebih giat darimu.''

Lalu keduanya melanjutkan pembangunan Kakbah sambil berdoa, ''Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al-Baqarah [2]: 127).

Bukan Batu Sembarang

Rasulullah juga bersabda bahwa Hajar Aswad bukanlah batu sembarang. Batu ini berasal dari surga. "Hajar Aswad ialah batu dari surga. Ia lebih putih dari salju. Dosa orang-orang musyriklah yang membuatnya menjadi hitam legam," sabda Nabi, seperti diriwayatkan Ibn Abbas ra.

Ibn Abbas, dalam riwayat at Tirmidzi juga menceritakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda; hajar aswad kelak di suatu hari berperan sebagai saksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!